By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Inigo WayInigo WayInigo Way
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • IGNASIANA
    IGNASIANA
    Segala hal tentang spiritualitas ignasia
    Show More
    Top News
    Jangan Bosan, Ya. Paus Sudah Pulang, Tapi Spektrum Tuhan Masih Terus Broadcast
    2 years ago
    Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
    3 months ago
    Romo Hari Juliawan SJ: Tanpa Spiritualitas, Hidup dan Perkawinan Hanya Akan “Menggelinding Begitu Saja”
    3 months ago
    Latest News
    Yerusalem, Lihatlah Rajamu!
    24 minutes ago
    Saat Allah Memulihkan, Manusia Justru Ketakutan
    12 hours ago
    Ikut Kristus Berarti Siap Disalahpahami
    1 day ago
    Allah Mengikat Perjanjian dengan Abraham
    2 days ago
  • IDEA
    IDEAShow More
    Yerusalem, Lihatlah Rajamu!
    41 minutes ago
    Saat Allah Memulihkan, Manusia Justru Ketakutan
    12 hours ago
    Ikut Kristus Berarti Siap Disalahpahami
    1 day ago
    Allah Mengikat Perjanjian dengan Abraham
    2 days ago
    Dan Maria Berkata, Ya
    3 days ago
  • GEREJA SEMESTA
    GEREJA SEMESTAShow More
    Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
    12 hours ago
    Misi Trinitas: Cara Putra dan Roh Kudus Diutus Bapa ke Dunia (Aquinas 101)
    1 day ago
    Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
    2 days ago
    Pribadi-pribadi Ilahi Tritunggal Mahakudus (Aquinas 101)
    3 days ago
    Memahami Misteri Tritunggal Mahakudus (Aquinas 101)
    4 days ago
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
    • SBS
    KOMUNITAS
    Show More
    Top News
    Maria Maggiore, Salus Populi Romani Sebuah Memoar Reflektif Imajinatif Bagian 1
    4 months ago
    Sapaan Lembut Sang Bunda di Fatima
    4 months ago
    Refleksi 22 Tahun Menjalani Hidup Bersama Seorang Mantan Jesuit
    9 months ago
    Latest News
    Saluran Air Hidup bagi yang Lain
    3 weeks ago
    Bapa yang Tak Pernah Berhenti Menunggu
    3 weeks ago
    Ada Rindu yang Tak Bisa Dijelaskan dengan Logika
    2 months ago
    Paus Leo XIV Umumkan Tahun Yubileum Fransiskan dan Berikan Indulgensi Penuh
    2 months ago
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
  • AQUINAS 101
    AQUINAS 101
    Show More
    Top News
    Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
    12 hours ago
    Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
    2 days ago
    Kehadiran dan Kemurahan Hati
    10 months ago
    Latest News
    Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
    12 hours ago
    Misi Trinitas: Cara Putra dan Roh Kudus Diutus Bapa ke Dunia (Aquinas 101)
    1 day ago
    Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
    2 days ago
    Pribadi-pribadi Ilahi Tritunggal Mahakudus (Aquinas 101)
    3 days ago
Reading: Kasih Allah adalah Kasih yang Mencari
Share
Font ResizerAa
Inigo WayInigo Way
  • IGNASIANA
  • IDEA
  • GEREJA SEMESTA
  • YAYASAN SESAWI
  • STP BONAVENTURA
  • AQUINAS 101
Search
  • Home
  • GEREJA SEMESTA
    • Ajaran Gereja
    • Paus
    • Sejarah Gereja
    • Tradisi Gereja
  • IDEA
    • Homili
    • Refleksi
    • Renungan
    • Syair
  • IGNASIANA
    • Latihan Rohani
    • Riwayat Ignatius
    • Sahabat Ignatius
    • Surat-surat Ignatius
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Inigo Way Network. Sesawi Foundation. All Rights Reserved.
Inigo Way > Petrus Faber > IDEA > Renungan > Kasih Allah adalah Kasih yang Mencari
IDEARenungan

Kasih Allah adalah Kasih yang Mencari

Sementara itu, Injil Matius menambahkan dimensi personal dari kasih ini. Yesus berbicara tentang gembala yang meninggalkan sembilan puluh sembilan domba untuk mencari satu yang tersesat.

Gabriel Abdi Susanto
Last updated: December 9, 2024 8:33 am
By Gabriel Abdi Susanto 1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Selasa, 10 Desember 2024

Bayangkan seorang gembala yang berjalan di padang, mencari domba-dombanya yang berserakan. Dalam perjalanannya, ia tidak hanya membawa tongkat untuk melindungi, tetapi juga hati yang penuh cinta untuk menghibur dan memulihkan. Yesaya 40:1-11 dan Matius 18:12-14 menggambarkan sosok gembala seperti itu—Tuhan sendiri—yang menguatkan umat-Nya dengan kasih sayang dan pengampunan.

Di dalam Yesaya, suara nabi menyeruak dengan pesan penghiburan: “Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, firman Allahmu.” Ini bukan sekadar seruan, tetapi sebuah janji bahwa penderitaan akan berlalu, dan jalan bagi Tuhan akan diluruskan. Allah tidak hanya memerintahkan penghiburan, tetapi juga hadir secara nyata sebagai penghibur.

Dalam ayat-ayat berikutnya, Tuhan digambarkan seperti seorang gembala yang menggembalakan kawanan-Nya, mengumpulkan anak-anak domba dalam pelukan-Nya, dan memimpin induk-induknya dengan penuh kelembutan. Citra ini menggambarkan Allah yang tidak hanya Mahakuasa, tetapi juga Mahakasih. Teolog Walter Brueggemann dalam Theology of the Old Testament: Testimony, Dispute, Advocacy (1997) menegaskan bahwa bagian ini memperlihatkan Allah yang terlibat secara intim dalam kehidupan umat-Nya, menawarkan pemulihan di tengah krisis besar yang mereka hadapi.

Sementara itu, Injil Matius menambahkan dimensi personal dari kasih ini. Yesus berbicara tentang gembala yang meninggalkan sembilan puluh sembilan domba untuk mencari satu yang tersesat. Di balik cerita sederhana ini, terdapat gambaran mendalam tentang nilai individu di mata Tuhan. Tak satu pun dari kita begitu kecil atau tidak penting hingga dilupakan oleh-Nya. Teolog Craig S. Keener dalam The Gospel of Matthew: A Socio-Rhetorical Commentary (2009) mencatat bahwa perumpamaan ini sangat radikal di zamannya, karena menegaskan pentingnya setiap orang, bahkan mereka yang dianggap “hilang” oleh masyarakat.

Kedua bacaan ini menyatu dalam pesan yang menggetarkan: kasih Allah adalah kasih yang mencari, menghibur, dan memulihkan. Di zaman di mana keputusasaan sering kali membayangi hidup kita, pesan ini relevan lebih dari sebelumnya. Ketika kita merasa hilang atau tidak berharga, ingatlah bahwa Allah adalah gembala yang terus mencari kita, membawa kita kembali dengan penuh sukacita.

Seperti seorang gembala yang menyusuri lembah-lembah gelap untuk menemukan dombanya, Tuhan juga masuk ke dalam sudut-sudut tergelap kehidupan kita. Penghiburan dan kasih-Nya nyata, bukan hanya kata-kata kosong. Dalam refleksi ini, kita diundang untuk membuka hati, menerima uluran tangan-Nya, dan menjadi saluran kasih-Nya bagi orang lain yang mungkin juga merasa tersesat.

Daftar Pustaka

  1. Brueggemann, Walter. Theology of the Old Testament: Testimony, Dispute, Advocacy. Minneapolis: Fortress Press, 1997.
  2. Keener, Craig S. The Gospel of Matthew: A Socio-Rhetorical Commentary. Grand Rapids: Wm. B. Eerdmans Publishing Co., 2009.

You Might Also Like

Maria Maggiore, Salus Populi Romani Sebuah Memoar Reflektif Imajinatif Bagian 2

Christus Vivit dan Jalan Kekudusan Kaum Muda: Carlo Acutis Ikon Iman Milenial

Berapa Kali Kita Terjebak dalam Ketidakberdayaan Menunggu Seseorang untuk Mengangkat?

Keajaiban Dibalik Lima Roti dan Dua Ikan

Romo Hari Juliawan SJ: Tanpa Spiritualitas, Hidup dan Perkawinan Hanya Akan “Menggelinding Begitu Saja”

TAGGED:firmanAllahgembalaheadlineKasih AllahKasih yang mencari
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Share
By Gabriel Abdi Susanto
Follow:
Jurnalis, lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta
Previous Article Maria: Keindahan Anugerah yang Tidak Ternoda
Next Article Dalam Tangan-Nya yang Penuh Kasih, Kita Temukan Kekuatan
2 Comments
  • Eugenius Laluur says:
    December 10, 2024 at 12:14 am

    Tq sharing nya mas👍🙏💪🔥🇮🇩❤️

    Reply
    • abdi susanto says:
      December 10, 2024 at 3:58 am

      sami-sami Pak Jeni

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Yerusalem, Lihatlah Rajamu!
  • Saat Allah Memulihkan, Manusia Justru Ketakutan
  • Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
  • Misi Trinitas: Cara Putra dan Roh Kudus Diutus Bapa ke Dunia (Aquinas 101)
  • Ikut Kristus Berarti Siap Disalahpahami

Recent Comments

  1. inigoway on Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
  2. Febry Silaban on Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
  3. eugenius laluur on Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
  4. Adrianus Turnip on Berani Terluka Seperti Bapa Yosef
  5. Y. S. Cahya Martadi on Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
Inigo WayInigo Way
Follow US
© 2024 Inigo Way Network. Member of Yayasan Sesawi and Paguyuban Sesawi. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?