By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Inigo WayInigo WayInigo Way
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • IGNASIANA
    IGNASIANA
    Segala hal tentang spiritualitas ignasia
    Show More
    Top News
    Jangan Bosan, Ya. Paus Sudah Pulang, Tapi Spektrum Tuhan Masih Terus Broadcast
    1 year ago
    Romo Hari Juliawan SJ: Tanpa Spiritualitas, Hidup dan Perkawinan Hanya Akan “Menggelinding Begitu Saja”
    4 weeks ago
    Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
    4 weeks ago
    Latest News
    Minggu Gaudete Ini Sungguh Nyata bagi Saya
    3 weeks ago
    Psikolog: Keluarga Masa Kini Rentan Kehilangan Arah karena Mengejar Harga Diri di Luar Rumah
    4 weeks ago
    Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
    4 weeks ago
    Romo Hari Juliawan SJ: Tanpa Spiritualitas, Hidup dan Perkawinan Hanya Akan “Menggelinding Begitu Saja”
    4 weeks ago
  • IDEA
    IDEAShow More
    OSOJI
    6 days ago
    Pesta Keluarga Kudus; Kekudusan yang Ditempa di Jalan Pengungsian
    2 weeks ago
    Natal di Tengah Bencana: Merawat Harapan, Menjaga Ingatan
    2 weeks ago
    Minggu Gaudete Ini Sungguh Nyata bagi Saya
    3 weeks ago
    Iman yang Menyembuhkan, Syukur yang Menyelamatkan: Belajar dari Naaman dan Si Samaria yang Kembali
    3 months ago
  • GEREJA SEMESTA
    GEREJA SEMESTAShow More
    Indonesia Pertama Kali Berpartisipasi dalam “100 Presepi in Vaticano”
    1 month ago
    Vatikan Tegaskan Monogami sebagai Janji Cinta Tak Terbatas
    1 month ago
    Sapaan Lembut Sang Bunda di Fatima
    1 month ago
    Ziarah ke Makam Paus Fransiskus; Kesederhanaan Itu Menyentuhku
    1 month ago
    Maria Maggiore, Salus Populi Romani Sebuah Memoar Reflektif Imajinatif Bagian 3
    1 month ago
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
    • SBS
    KOMUNITAS
    Show More
    Top News
    Maria Maggiore, Salus Populi Romani Sebuah Memoar Reflektif Imajinatif Bagian 1
    1 month ago
    Sapaan Lembut Sang Bunda di Fatima
    1 month ago
    Refleksi 22 Tahun Menjalani Hidup Bersama Seorang Mantan Jesuit
    6 months ago
    Latest News
    OSOJI
    6 days ago
    Natal Perdana di Gereja Ibu Teresa Cikarang, Cahaya dan Sejarah Baru
    2 weeks ago
    Minggu Gaudete Ini Sungguh Nyata bagi Saya
    3 weeks ago
    Psikolog: Keluarga Masa Kini Rentan Kehilangan Arah karena Mengejar Harga Diri di Luar Rumah
    4 weeks ago
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
  • KOLOM PENDIDIKAN
    KOLOM PENDIDIKAN
    Show More
    Top News
    Kehadiran dan Kemurahan Hati
    8 months ago
    Menggali Kepemimpinan Perempuan dalam Cahaya Iman: Inspirasi dari Ratu Elizabeth II
    7 months ago
    Latest News
    Menggali Kepemimpinan Perempuan dalam Cahaya Iman: Inspirasi dari Ratu Elizabeth II
    7 months ago
    Kehadiran dan Kemurahan Hati
    8 months ago
Reading: Allah Hadir Tak Hanya dalam Keajaiban
Share
Font ResizerAa
Inigo WayInigo Way
  • IGNASIANA
  • IDEA
  • GEREJA SEMESTA
  • YAYASAN SESAWI
  • STP BONAVENTURA
  • KOLOM PENDIDIKAN
Search
  • Home
  • GEREJA SEMESTA
    • Ajaran Gereja
    • Paus
    • Sejarah Gereja
    • Tradisi Gereja
  • IDEA
    • Homili
    • Refleksi
    • Renungan
    • Syair
  • IGNASIANA
    • Latihan Rohani
    • Riwayat Ignatius
    • Sahabat Ignatius
    • Surat-surat Ignatius
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Inigo Way Network. Sesawi Foundation. All Rights Reserved.
Inigo Way > Petrus Faber > IDEA > Renungan > Allah Hadir Tak Hanya dalam Keajaiban
IDEARenungan

Allah Hadir Tak Hanya dalam Keajaiban

Para ahli seperti William Barclay dalam bukunya The Gospel of Matthew (1957) mencatat bahwa Yohanes Pembaptis merupakan cerminan Elia dalam semangat dan pelayanan.

Gabriel Abdi Susanto
Last updated: December 13, 2024 9:05 am
By Gabriel Abdi Susanto 1 year ago
Share
4 Min Read
SHARE

Sabtu, 14 Desember 2024

Sirakh 48:1-4.9-11 membawa kita menelusuri kembali kemegahan peran nabi Elia, yang dinyatakan sebagai api menyala-nyala, pelaksana mukjizat, dan pembawa penghakiman Tuhan. Sosok Elia tidak hanya menyampaikan firman tetapi juga menghidupkan kembali harapan umat. Dalam ayat-ayat ini, Elia digambarkan sebagai sosok yang diangkat ke surga dalam angin badai, sebuah figur yang dirindukan akan kembali untuk memperbaiki relasi umat dengan Tuhan. Di sisi lain, Matius 17:10-13 memberikan pemenuhan janji itu, melalui penegasan Yesus bahwa Yohanes Pembaptis adalah Elia yang telah datang. Perjumpaan ini mengikat dua kutub antara nubuat dan penggenapan, antara pengharapan dan realitas, antara simbol dan makna sejati.

Keduanya, Elia dan Yohanes Pembaptis, menantang kemapanan, menyerukan pertobatan, dan membawa terang di tengah kegelapan. Elia membangun altar yang baru untuk menyatukan kembali umat dengan Allah (1 Raja-raja 18:36-39), sementara Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan bagi Sang Mesias dengan seruan pertobatan di padang gurun. Meski keduanya diangkat tinggi oleh Allah, mereka tetap menjalani kehidupan penuh pengorbanan dan perjuangan.

Para ahli seperti William Barclay dalam bukunya The Gospel of Matthew (1957) mencatat bahwa Yohanes Pembaptis merupakan cerminan Elia dalam semangat dan pelayanan. Barclay menekankan bagaimana Yohanes menghadirkan pengharapan mesianik, namun tidak selalu dikenali oleh umat. Teolog Raymond E. Brown dalam The Birth of the Messiah (1999) memperluas pandangan ini dengan menyebut bahwa kehadiran Yohanes adalah tanda transformasi eskatologis yang memanggil semua orang untuk kembali kepada Allah.

Menghayati Santo Yohanes dari Salib dalam perayaan ini semakin memperkaya refleksi kita. Sebagai imam dan pujangga Gereja, ia menawarkan perspektif mendalam tentang terang di tengah kegelapan. Dalam karya besarnya, Dark Night of the Soul (1578), Yohanes dari Salib menjelaskan perjalanan jiwa menuju persatuan dengan Allah sebagai sebuah perjalanan melewati kegelapan dan penderitaan. Kegelapan ini bukanlah akhir, melainkan jalan menuju terang yang lebih besar. Sama seperti Elia yang berhadapan dengan penguasa Ahab dan Izebel atau Yohanes Pembaptis yang menghadapi ancaman Herodes, kegelapan menjadi jalan penggenapan karya Allah.

Kedua bacaan ini membawa kita untuk merenungkan bahwa Allah selalu bekerja melalui para utusan-Nya, meski dunia seringkali buta terhadap kehadiran mereka. Kita dipanggil untuk tidak hanya melihat tanda-tanda melainkan juga untuk mendengar panggilan pertobatan dan menanggapi dengan kesetiaan. Allah hadir tidak hanya dalam keajaiban tetapi juga dalam keseharian kita, seringkali melalui orang-orang yang membawa pesan-Nya tanpa sorotan gemerlap.

Seperti Elia, Yohanes Pembaptis, dan Santo Yohanes dari Salib, kita diundang untuk menjadi cahaya kecil yang memancarkan terang kasih Tuhan di dunia. Panggilan ini mungkin menghadirkan tantangan, bahkan penolakan, tetapi membawa kita menuju sukacita sejati dalam pelukan Allah. Di balik awan gelap, ada matahari yang tetap bersinar.


Daftar Pustaka

  1. Barclay, William. The Gospel of Matthew. Philadelphia: Westminster Press, 1957.
  2. Brown, Raymond E. The Birth of the Messiah. New York: Doubleday, 1999.
  3. Yohanes dari Salib. Dark Night of the Soul. Translated by E. Allison Peers. London: Burns Oates, 1953.

You Might Also Like

Leading with an Open Heart: Kepemimpinan Santa Teresa dari Kalkuta untuk Dunia yang Terluka

Konklaf Dimulai

Janji Allah Kepada Daud Adalah Janji Pada Umat Manusia

Peristiwa Pembaptisan, Bukan Sekadar Air yang Menyentuh Tubuh

Panggilan untuk Bertindak Segera Sebelum Terlambat

TAGGED:allahhadirheadline
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Share
By Gabriel Abdi Susanto
Follow:
Jurnalis, lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta
Previous Article Alasan Kenapa Lembaga Riset PRAKSIS Dibentuk
Next Article Suka Cita Sejati Ada Dimana?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • OSOJI
  • Pesta Keluarga Kudus; Kekudusan yang Ditempa di Jalan Pengungsian
  • Natal Perdana di Gereja Ibu Teresa Cikarang, Cahaya dan Sejarah Baru
  • Natal di Tengah Bencana: Merawat Harapan, Menjaga Ingatan
  • Minggu Gaudete Ini Sungguh Nyata bagi Saya

Recent Comments

  1. Toro on Minggu Gaudete Ini Sungguh Nyata bagi Saya
  2. Toro on Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
  3. Toro on Romo Hari Juliawan SJ: Tanpa Spiritualitas, Hidup dan Perkawinan Hanya Akan “Menggelinding Begitu Saja”
  4. Toro on Indonesia Pertama Kali Berpartisipasi dalam “100 Presepi in Vaticano”
  5. inigoway on Vatikan Tegaskan Monogami sebagai Janji Cinta Tak Terbatas
Inigo WayInigo Way
Follow US
© 2024 Inigo Way Network. Member of Yayasan Sesawi and Paguyuban Sesawi. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?