Jumat, 31 Januari 2025 –
Bacaan dari Ibrani 10:32-39 dan Markus 4:26-34 membuka jendela kehidupan yang penuh dengan perjuangan, ketekunan, dan pengharapan. Seperti gema dari masa lampau yang masih relevan hingga kini, kisah-kisah ini mengingatkan kita akan keindahan perjalanan iman yang tiada berujung, di mana setiap langkah dan tikungan diwarnai oleh rahmat dan kebijaksanaan ilahi.
Surat kepada jemaat Ibrani mengajak kita untuk mengingat kembali masa-masa awal ketika pencerahan rohani menyinari jiwa kita. Pada saat itu, walaupun dilanda berbagai penderitaan, kita mampu bertahan dan tetap teguh dalam iman. Sebuah panggilan untuk tidak menyerah pada ketakutan, melainkan untuk terus melangkah maju menuju penggenapan janji-janji Allah. Para ahli tafsir seperti F.F. Bruce dalam bukunya The Epistle to the Hebrews (1964), memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya ketekunan dalam iman sebagai kunci menuju kesempurnaan rohani.
Beranjak ke Injil Markus, kita menemukan perumpamaan Yesus tentang Kerajaan Allah yang digambarkan melalui benih yang tumbuh sendiri tanpa campur tangan petani. Dengan begitu sederhana namun mendalam, Yesus mengajarkan kita bahwa Firman Allah memiliki kekuatan intrinsik untuk tumbuh dan berbuah, meski sering kali di luar pengetahuan dan kendali kita. Ulrich Luz dalam Matthew: A Commentary (2001), mencatat bahwa perumpamaan ini mengingatkan kita akan misteri dan otoritas ilahi yang bekerja dalam proses pertumbuhan rohani, yang kerap kali tak terjangkau oleh pemahaman manusia.
Di tengah-tengah refleksi ini, muncul sosok Santo Yohanes Bosco, seorang imam dan pendidik yang hidup pada abad ke-19. Bagi Yohanes Bosco, tantangan dan penderitaan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari yang tak terelakkan. Namun, dengan semangat yang pantang menyerah, ia mendedikasikan hidupnya untuk mendidik anak-anak miskin dan terlantar di Torino, Italia. Dalam biografinya, Don Bosco: A New Biography (1996), Arthur Lenti mengisahkan bagaimana ketekunan dan keyakinan Bosco dalam misinya mencerminkan keteguhan iman yang digambarkan dalam Surat Ibrani, serta keyakinan akan pertumbuhan ilahi yang diilustrasikan dalam perumpamaan Markus.
Seiring kita merenungkan bacaan-bacaan ini dalam terang kehidupan Santo Yohanes Bosco, kita diundang untuk melihat setiap tantangan sebagai peluang untuk bertumbuh dalam iman. Dengan ketekunan dan kepercayaan pada kehendak Tuhan, kita dapat melihat buah-buah kebaikan yang tumbuh dari benih kebaikan yang kita tabur, meskipun sering kali tanpa kita sadari. Sama seperti Yohanes Bosco yang melihat potensi luar biasa dalam setiap anak yang ia temui, kita juga diajak untuk melihat potensi dalam setiap tantangan yang kita hadapi, percaya bahwa Tuhan bekerja melalui segala sesuatu untuk membawa kita menuju kebahagiaan sejati.
Daftar Pustaka:
- Bruce, F.F. The Epistle to the Hebrews. Eerdmans, 1964.
- Luz, Ulrich. Matthew: A Commentary. Fortress Press, 2001.
- Lenti, Arthur. Don Bosco: A New Biography. Salesiana Publishers, 1996.