By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Inigo WayInigo WayInigo Way
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • IGNASIANA
    IGNASIANA
    Segala hal tentang spiritualitas ignasia
    Show More
    Top News
    Jangan Bosan, Ya. Paus Sudah Pulang, Tapi Spektrum Tuhan Masih Terus Broadcast
    2 years ago
    Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
    3 months ago
    Romo Hari Juliawan SJ: Tanpa Spiritualitas, Hidup dan Perkawinan Hanya Akan “Menggelinding Begitu Saja”
    3 months ago
    Latest News
    Namun Yesus Melihat Lebih Jauh
    45 minutes ago
    Yerusalem, Lihatlah Rajamu!
    1 day ago
    Saat Allah Memulihkan, Manusia Justru Ketakutan
    2 days ago
    Ikut Kristus Berarti Siap Disalahpahami
    23 hours ago
  • IDEA
    IDEAShow More
    Namun Yesus Melihat Lebih Jauh
    51 minutes ago
    Yerusalem, Lihatlah Rajamu!
    1 day ago
    Saat Allah Memulihkan, Manusia Justru Ketakutan
    2 days ago
    Ikut Kristus Berarti Siap Disalahpahami
    2 days ago
    Allah Mengikat Perjanjian dengan Abraham
    3 days ago
  • GEREJA SEMESTA
    GEREJA SEMESTAShow More
    Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
    2 days ago
    Misi Trinitas: Cara Putra dan Roh Kudus Diutus Bapa ke Dunia (Aquinas 101)
    2 days ago
    Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
    3 days ago
    Pribadi-pribadi Ilahi Tritunggal Mahakudus (Aquinas 101)
    4 days ago
    Memahami Misteri Tritunggal Mahakudus (Aquinas 101)
    5 days ago
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
    • SBS
    KOMUNITAS
    Show More
    Top News
    Maria Maggiore, Salus Populi Romani Sebuah Memoar Reflektif Imajinatif Bagian 1
    4 months ago
    Sapaan Lembut Sang Bunda di Fatima
    4 months ago
    Refleksi 22 Tahun Menjalani Hidup Bersama Seorang Mantan Jesuit
    9 months ago
    Latest News
    Saluran Air Hidup bagi yang Lain
    3 weeks ago
    Bapa yang Tak Pernah Berhenti Menunggu
    3 weeks ago
    Ada Rindu yang Tak Bisa Dijelaskan dengan Logika
    2 months ago
    Paus Leo XIV Umumkan Tahun Yubileum Fransiskan dan Berikan Indulgensi Penuh
    2 months ago
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
  • AQUINAS 101
    AQUINAS 101
    Show More
    Top News
    Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
    2 days ago
    Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
    3 days ago
    Kehadiran dan Kemurahan Hati
    10 months ago
    Latest News
    Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
    2 days ago
    Misi Trinitas: Cara Putra dan Roh Kudus Diutus Bapa ke Dunia (Aquinas 101)
    2 days ago
    Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
    3 days ago
    Pribadi-pribadi Ilahi Tritunggal Mahakudus (Aquinas 101)
    4 days ago
Reading: Namun Yesus Melihat Lebih Jauh
Share
Font ResizerAa
Inigo WayInigo Way
  • IGNASIANA
  • IDEA
  • GEREJA SEMESTA
  • YAYASAN SESAWI
  • STP BONAVENTURA
  • AQUINAS 101
Search
  • Home
  • GEREJA SEMESTA
    • Ajaran Gereja
    • Paus
    • Sejarah Gereja
    • Tradisi Gereja
  • IDEA
    • Homili
    • Refleksi
    • Renungan
    • Syair
  • IGNASIANA
    • Latihan Rohani
    • Riwayat Ignatius
    • Sahabat Ignatius
    • Surat-surat Ignatius
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Inigo Way Network. Sesawi Foundation. All Rights Reserved.
Inigo Way > Petrus Faber > IGNASIANA > Latihan Rohani > Namun Yesus Melihat Lebih Jauh
IDEAIGNASIANALatihan RohaniRefleksi

Namun Yesus Melihat Lebih Jauh

Gabriel Abdi Susanto
Last updated: March 28, 2026 3:09 pm
By Gabriel Abdi Susanto 51 minutes ago
Share
3 Min Read
SHARE

30 Maret 2026
Yesaya 42:1–7 | Yohanes 12:1–11

Ada keheningan yang berbeda di Betania. Tidak ada sorak-sorai seperti di Yerusalem. Tidak ada keramaian yang penuh tuntutan. Yang ada hanyalah keakraban, kasih, dan keintiman. Yesus duduk makan bersama sahabat-sahabat-Nya—di rumah yang sederhana, tetapi penuh cinta.

Di situlah, Maria melakukan sesuatu yang tak biasa.

Ia mengambil minyak narwastu yang mahal, mengurapi kaki Yesus, lalu menyekanya dengan rambutnya. Tindakan ini begitu personal, begitu dalam, bahkan terasa “berlebihan” di mata orang lain. Yudas segera bereaksi—menghitung, menilai, mengkritik.

Namun Yesus melihat lebih jauh. Ia melihat hati.

Dalam bacaan dari kitab Yesaya, kita mendengar tentang sosok hamba Tuhan:
Ia tidak berteriak, tidak memadamkan sumbu yang pudar, tidak mematahkan buluh yang terkulai. Ia datang bukan dengan kekuatan yang mencolok, tetapi dengan kelembutan yang memulihkan.

Yesus adalah wajah dari hamba itu.

Dan Maria, dalam Injil hari ini, menangkap sesuatu yang tidak ditangkap oleh banyak orang: bahwa kasih tidak selalu rasional, tidak selalu efisien, tidak selalu bisa dihitung.

Kasih sejati selalu “berani berlebihan.”

Sering kali kita seperti Yudas.

Kita mengukur segala sesuatu: waktu, tenaga, bahkan kasih. Kita bertanya: “Apa gunanya?” “Apa hasilnya?” “Apakah ini layak?”

Kita hidup dalam logika untung-rugi, bahkan dalam relasi dengan Tuhan.

Namun Maria menunjukkan jalan lain. Ia tidak menghitung. Ia tidak menahan. Ia tidak takut terlihat bodoh. Ia hanya tahu satu hal: ia mengasihi.

Dan ia memberikan yang terbaik.

Ada sesuatu yang sangat menyentuh dalam tindakan Maria: ia merendahkan diri sampai ke kaki Yesus. Tempat yang paling rendah. Tempat yang jarang dilihat orang.

Di situlah kasih menjadi nyata.

Yesus pun akan segera melakukan hal yang sama—membasuh kaki para murid-Nya. Ia tidak hanya menerima kasih, tetapi juga memberikan diri-Nya sepenuhnya.

Kasih selalu bergerak ke bawah.
Kasih selalu menjadi pelayanan.

Namun Injil hari ini juga menyimpan bayangan gelap.

Di tengah kehangatan Betania, rencana pembunuhan mulai disusun. Bukan hanya terhadap Yesus, tetapi juga terhadap Lazarus—karena kehadirannya menjadi tanda hidup yang mengganggu banyak orang.

Ternyata, terang selalu mengusik kegelapan.
Kasih selalu mengganggu kepentingan.

Mengikuti Yesus bukan tanpa risiko. Bahkan kasih yang tulus pun bisa disalahpahami, ditolak, atau diserang.

Maka hari ini, kita diajak masuk ke dalam dua pilihan hati:

Apakah kita akan menjadi seperti Yudas—yang melihat dengan kepala, tetapi kehilangan hati?
Ataukah kita berani menjadi seperti Maria—yang mungkin tidak sepenuhnya mengerti, tetapi mengasihi dengan total?

Bayangkan diri Anda berada di rumah Betania.

Anda melihat Maria berlutut di kaki Yesus.
Anda mencium aroma minyak narwastu yang memenuhi ruangan.
Anda merasakan keheningan yang dalam.

Lalu tanyakan dalam hati:

  • Apa yang selama ini saya “tahan” dari Tuhan?
  • Apakah saya memberi yang terbaik, atau hanya yang tersisa?
  • Di mana saya dipanggil untuk mengasihi tanpa perhitungan?

Dan mungkin, dalam keheningan itu, Anda mendengar Yesus berkata:
“Berikanlah hati-Mu sepenuhnya.”

You Might Also Like

Belajar Aktif dalam Diam Bersama Santo Yusuf Pekerja

Paus Tiba di Indonesia dalam Suasana Sederhana

Arti Memilih Tuhan

Saat Hati Manusia Gagal Memahami Kehendak Tuhan

Allah Tak Kehendaki Pertobatan yang Dangkal Sekadar Ucapan Bibir

TAGGED:Betaniahamba Tuhanimankasih tanpa perhitungankelembutankerendahan hatiMaria mengurapi Yesusminyak narwastupelayananpengorbananrefleksi diriSenin Pekan Suciterang dan kegelapan
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Share
By Gabriel Abdi Susanto
Follow:
Jurnalis, lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta
Previous Article Yerusalem, Lihatlah Rajamu!
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Namun Yesus Melihat Lebih Jauh
  • Yerusalem, Lihatlah Rajamu!
  • Saat Allah Memulihkan, Manusia Justru Ketakutan
  • Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
  • Misi Trinitas: Cara Putra dan Roh Kudus Diutus Bapa ke Dunia (Aquinas 101)

Recent Comments

  1. inigoway on Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
  2. Febry Silaban on Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
  3. eugenius laluur on Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
  4. Adrianus Turnip on Berani Terluka Seperti Bapa Yosef
  5. Y. S. Cahya Martadi on Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
Inigo WayInigo Way
Follow US
© 2024 Inigo Way Network. Member of Yayasan Sesawi and Paguyuban Sesawi. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?