By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Inigo WayInigo WayInigo Way
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • IGNASIANA
    IGNASIANA
    Segala hal tentang spiritualitas ignasia
    Show More
    Top News
    Jangan Bosan, Ya. Paus Sudah Pulang, Tapi Spektrum Tuhan Masih Terus Broadcast
    1 year ago
    Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
    2 months ago
    Romo Hari Juliawan SJ: Tanpa Spiritualitas, Hidup dan Perkawinan Hanya Akan “Menggelinding Begitu Saja”
    2 months ago
    Latest News
    Gembira Karena Ditemukan Tuhan
    4 hours ago
    Allah Menegur Orang yang Berpuasa Namun Menindas Orang Lain
    12 hours ago
    Aku Mengetahui Rancangan-Rancangan bagi Kamu
    12 hours ago
    Hanya Debulah Aku
    12 hours ago
  • IDEA
    IDEAShow More
    Gembira Karena Ditemukan Tuhan
    4 hours ago
    Allah Menegur Orang yang Berpuasa Namun Menindas Orang Lain
    18 hours ago
    Aku Mengetahui Rancangan-Rancangan bagi Kamu
    2 days ago
    Hanya Debulah Aku
    2 days ago
    It’s Not Just Money
    1 month ago
  • GEREJA SEMESTA
    GEREJA SEMESTAShow More
    Paus Leo XIV: Prapaskah, Momen Menjaga Lisan Kita
    13 hours ago
    Pesan Paus Leo XIV untuk Hari Orang Sakit Sedunia 2026: Belas Kasih Orang Samaria
    4 weeks ago
    Vatikan Tetapkan Tema Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60: “Menjaga Suara dan Wajah Manusia”
    1 month ago
    Bagaimana Gereja Katolik Dapat Menganulir Sebuah Perkawinan?
    1 month ago
    Paus Leo XIV Umumkan Tahun Yubileum Fransiskan dan Berikan Indulgensi Penuh
    1 month ago
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
    • SBS
    KOMUNITAS
    Show More
    Top News
    Maria Maggiore, Salus Populi Romani Sebuah Memoar Reflektif Imajinatif Bagian 1
    3 months ago
    Sapaan Lembut Sang Bunda di Fatima
    3 months ago
    Refleksi 22 Tahun Menjalani Hidup Bersama Seorang Mantan Jesuit
    8 months ago
    Latest News
    Ada Rindu yang Tak Bisa Dijelaskan dengan Logika
    4 weeks ago
    Paus Leo XIV Umumkan Tahun Yubileum Fransiskan dan Berikan Indulgensi Penuh
    1 month ago
    It’s Not Just Money
    1 month ago
    Repetisi, Rutinitas dan Etos Shokunin
    1 month ago
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
  • KOLOM PENDIDIKAN
    KOLOM PENDIDIKAN
    Show More
    Top News
    Kehadiran dan Kemurahan Hati
    9 months ago
    Menggali Kepemimpinan Perempuan dalam Cahaya Iman: Inspirasi dari Ratu Elizabeth II
    8 months ago
    Latest News
    Menggali Kepemimpinan Perempuan dalam Cahaya Iman: Inspirasi dari Ratu Elizabeth II
    8 months ago
    Kehadiran dan Kemurahan Hati
    9 months ago
Reading: Vatikan Tegaskan Monogami sebagai Janji Cinta Tak Terbatas
Share
Font ResizerAa
Inigo WayInigo Way
  • IGNASIANA
  • IDEA
  • GEREJA SEMESTA
  • YAYASAN SESAWI
  • STP BONAVENTURA
  • KOLOM PENDIDIKAN
Search
  • Home
  • GEREJA SEMESTA
    • Ajaran Gereja
    • Paus
    • Sejarah Gereja
    • Tradisi Gereja
  • IDEA
    • Homili
    • Refleksi
    • Renungan
    • Syair
  • IGNASIANA
    • Latihan Rohani
    • Riwayat Ignatius
    • Sahabat Ignatius
    • Surat-surat Ignatius
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Inigo Way Network. Sesawi Foundation. All Rights Reserved.
Inigo Way > Petrus Faber > GEREJA SEMESTA > Ajaran Gereja > Vatikan Tegaskan Monogami sebagai Janji Cinta Tak Terbatas
Ajaran GerejaGEREJA SEMESTA

Vatikan Tegaskan Monogami sebagai Janji Cinta Tak Terbatas

Gabriel Abdi Susanto
Last updated: December 6, 2025 2:54 am
By Gabriel Abdi Susanto 3 months ago
Share
2 Min Read
SHARE

Vatikan — Dikasteri untuk Ajaran Iman (Dicastery for the Doctrine of the Faith /DDF) merilis Nota Doktrinal terbaru bertajuk Una caro: In Praise of Monogamy yang menegaskan kembali monogami sebagai unsur hakiki perkawinan Kristen dan “kesatuan tak terceraikan” antara dua pribadi. Dokumen yang disetujui Paus Leo XIV pada 21 November itu menolak pandangan bahwa monogami merupakan batasan, melainkan janji cinta yang mengarah pada keabadian.

Dalam penjelasannya, DDF menilai bahwa hanya dalam ikatan eksklusif dua pribadi, cinta dapat diberikan secara penuh tanpa merendahkan martabat salah satu pihak. Nota ini merespons tantangan zaman: kemajuan teknologi yang memupuk ilusi manusia sebagai makhluk tanpa batas, diskusi lintas-benua mengenai praktik poligami, serta meningkatnya poli-amori di negara-negara Barat.

Kasih suami istri ditekankan sebagai pertemuan dua kebebasan yang saling menghormati. DDF mengingatkan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun—fisik maupun psikologis—adalah kegagalan untuk mengasihi. Perkawinan bukan kepemilikan, melainkan kepercayaan yang saling menjaga martabat dan ruang pribadi masing-masing.

Dokumen tersebut juga menyoroti peran doa sebagai sumber pertumbuhan cinta, serta menempatkan seksualitas sebagai bentuk pemberian diri yang total, bukan sekadar pemenuhan naluri. Ketidaksuburan tidak mengurangi nilai sakral perkawinan, sementara pengaturan kelahiran secara alami tetap diakui.

Dalam konteks media sosial dan budaya konsumerisme yang mengobjektifikasi tubuh, DDF menekankan urgensi pendidikan cinta bagi generasi muda. Perkawinan dipandang sebagai panggilan menuju tanggung jawab dan harapan, bukan sekadar ikatan emosional sesaat.

Nota ini menutup dengan ajakan agar pasangan suami istri membuka diri bagi pelayanan kepada sesama, terutama kaum miskin, sebagai wujud nyata cinta yang tidak terkurung dalam egoisme. “Setiap perkawinan autentik adalah kesatuan dua pribadi yang tidak dapat dibagi,” tegas dokumen tersebut, seraya menandaskan bahwa kesetiaan dalam monogami merupakan “janji akan yang tak terbatas.”

You Might Also Like

Kapel Sistina Siap Sambut Konklaf Pemilihan Paus ke-267 pada 7 Mei

Bertindak Melampaui Aturan

Janji Allah tentang Langit dan Bumi yang Baru

Kasih Allah Tak Tergantung Keadaan

Terkadang Kita Seperti Anak Bungsu yang Tersesat

TAGGED:Cintaddfdikasteri ajaran imangereja katolikheadlinejanji cinta perkawinanmonogamiorang miskinuna carovatican
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Share
By Gabriel Abdi Susanto
Follow:
Jurnalis, lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta
Previous Article Sapaan Lembut Sang Bunda di Fatima
Next Article Indonesia Pertama Kali Berpartisipasi dalam “100 Presepi in Vaticano”
2 Comments
  • Toro says:
    December 6, 2025 at 6:20 am

    Terimakasih mas Abdi diingatkan lagi akan pentingnya perkawinan Katolik monogami. Berkah Dalem

    #sayasenangmembacatulisanmasAbdi#

    Reply
    • inigoway says:
      December 6, 2025 at 3:38 pm

      sami-sami

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Gembira Karena Ditemukan Tuhan
  • Paus Leo XIV: Prapaskah, Momen Menjaga Lisan Kita
  • Allah Menegur Orang yang Berpuasa Namun Menindas Orang Lain
  • Aku Mengetahui Rancangan-Rancangan bagi Kamu
  • Hanya Debulah Aku

Recent Comments

  1. Y. S. Cahya Martadi on Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
  2. Toro on Minggu Gaudete Ini Sungguh Nyata bagi Saya
  3. Toro on Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
  4. Toro on Romo Hari Juliawan SJ: Tanpa Spiritualitas, Hidup dan Perkawinan Hanya Akan “Menggelinding Begitu Saja”
  5. Toro on Indonesia Pertama Kali Berpartisipasi dalam “100 Presepi in Vaticano”
Inigo WayInigo Way
Follow US
© 2024 Inigo Way Network. Member of Yayasan Sesawi and Paguyuban Sesawi. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?