By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Inigo WayInigo WayInigo Way
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • IGNASIANA
    IGNASIANA
    Segala hal tentang spiritualitas ignasia
    Show More
    Top News
    Jangan Bosan, Ya. Paus Sudah Pulang, Tapi Spektrum Tuhan Masih Terus Broadcast
    2 years ago
    Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
    3 months ago
    Romo Hari Juliawan SJ: Tanpa Spiritualitas, Hidup dan Perkawinan Hanya Akan “Menggelinding Begitu Saja”
    3 months ago
    Latest News
    Bangun dan Berjalanlah!
    53 seconds ago
    Iman Membuka Mata untuk Melihat Mukjizat
    20 hours ago
    Dahulu Kamu Adalah Kegelapan
    2 days ago
    Ketika Manusia Datang pada Allah
    3 days ago
  • IDEA
    IDEAShow More
    Bangun dan Berjalanlah!
    49 minutes ago
    Iman Membuka Mata untuk Melihat Mukjizat
    21 hours ago
    Dahulu Kamu Adalah Kegelapan
    2 days ago
    Ketika Manusia Datang pada Allah
    4 days ago
    Manusia Sering Bersandar pada Hal yang Rapuh
    4 days ago
  • GEREJA SEMESTA
    GEREJA SEMESTAShow More
    Paus Leo XIV: Prapaskah, Momen Menjaga Lisan Kita
    3 weeks ago
    Pesan Paus Leo XIV untuk Hari Orang Sakit Sedunia 2026: Belas Kasih Orang Samaria
    2 months ago
    Vatikan Tetapkan Tema Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60: “Menjaga Suara dan Wajah Manusia”
    2 months ago
    Bagaimana Gereja Katolik Dapat Menganulir Sebuah Perkawinan?
    2 months ago
    Paus Leo XIV Umumkan Tahun Yubileum Fransiskan dan Berikan Indulgensi Penuh
    2 months ago
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
    • SBS
    KOMUNITAS
    Show More
    Top News
    Maria Maggiore, Salus Populi Romani Sebuah Memoar Reflektif Imajinatif Bagian 1
    4 months ago
    Sapaan Lembut Sang Bunda di Fatima
    4 months ago
    Refleksi 22 Tahun Menjalani Hidup Bersama Seorang Mantan Jesuit
    9 months ago
    Latest News
    Saluran Air Hidup bagi yang Lain
    1 week ago
    Bapa yang Tak Pernah Berhenti Menunggu
    1 week ago
    Ada Rindu yang Tak Bisa Dijelaskan dengan Logika
    2 months ago
    Paus Leo XIV Umumkan Tahun Yubileum Fransiskan dan Berikan Indulgensi Penuh
    2 months ago
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
  • KOLOM PENDIDIKAN
    KOLOM PENDIDIKAN
    Show More
    Top News
    Kehadiran dan Kemurahan Hati
    10 months ago
    Menggali Kepemimpinan Perempuan dalam Cahaya Iman: Inspirasi dari Ratu Elizabeth II
    9 months ago
    Latest News
    Menggali Kepemimpinan Perempuan dalam Cahaya Iman: Inspirasi dari Ratu Elizabeth II
    9 months ago
    Kehadiran dan Kemurahan Hati
    10 months ago
Reading: Mengapa Mesti Merendah?
Share
Font ResizerAa
Inigo WayInigo Way
  • IGNASIANA
  • IDEA
  • GEREJA SEMESTA
  • YAYASAN SESAWI
  • STP BONAVENTURA
  • KOLOM PENDIDIKAN
Search
  • Home
  • GEREJA SEMESTA
    • Ajaran Gereja
    • Paus
    • Sejarah Gereja
    • Tradisi Gereja
  • IDEA
    • Homili
    • Refleksi
    • Renungan
    • Syair
  • IGNASIANA
    • Latihan Rohani
    • Riwayat Ignatius
    • Sahabat Ignatius
    • Surat-surat Ignatius
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Inigo Way Network. Sesawi Foundation. All Rights Reserved.
Inigo Way > Petrus Faber > IGNASIANA > Latihan Rohani > Mengapa Mesti Merendah?
IDEAIGNASIANALatihan RohaniRefleksi

Mengapa Mesti Merendah?

Gabriel Abdi Susanto
Last updated: March 9, 2026 8:03 am
By Gabriel Abdi Susanto 1 week ago
Share
3 Min Read
SHARE

Refleksi Harian – Selasa, 10 Maret 2026
Bacaan Liturgi: Bacaan Pertama: Kitab Daniel 3:25.34–43   –   Injil: Injil Matius 18:21–35

Hari ini Sabda Tuhan mengajak kita merenungkan tentang pertobatan yang lahir dari kerendahan hati dan kesediaan untuk mengampuni.

Dalam bacaan pertama dari Kitab Daniel, kita mendengar doa Azarya di tengah dapur api. Dalam keadaan yang sangat sulit, ia tidak menyalahkan Tuhan. Sebaliknya, ia mengakui dosa umatnya dan dengan rendah hati memohon belas kasih Allah. Ia berkata bahwa mereka datang kepada Tuhan dengan hati yang remuk dan roh yang rendah.

Doa ini menunjukkan sikap hati yang sangat penting dalam hidup rohani: kerendahan hati di hadapan Allah. Azarya percaya bahwa meskipun umat telah jatuh dalam dosa, Tuhan tetap setia dan penuh belas kasih.

Dalam Injil dari Injil Matius, Petrus bertanya kepada Yesus, “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku?” Yesus menjawab: bukan hanya tujuh kali, tetapi tujuh puluh kali tujuh kali.

Kemudian Yesus menceritakan perumpamaan tentang seorang hamba yang dihapuskan hutangnya yang sangat besar oleh tuannya, tetapi ia tidak mau mengampuni hutang kecil dari sesamanya. Perumpamaan ini menegaskan bahwa orang yang telah menerima belas kasih Allah dipanggil untuk membagikan belas kasih yang sama kepada orang lain.

Dalam terang spiritualitas Ignasian, Santo Ignatius dari Loyola mengajak kita melakukan doa refleksi yang jujur melalui examen batin. Dalam doa ini kita melihat kembali hidup kita di hadapan Tuhan:

  • Di mana aku telah menerima belas kasih Tuhan?
  • Apakah aku juga memberikan belas kasih itu kepada orang lain?
  • Apakah ada seseorang yang masih sulit aku ampuni?

Sering kali luka, kekecewaan, atau rasa tidak adil membuat hati kita tertutup. Namun Injil hari ini mengingatkan bahwa kita hidup dari rahmat pengampunan Allah. Jika kita telah diampuni begitu besar, kita pun dipanggil untuk belajar mengampuni.

Dalam Masa Prapaskah, kita diajak untuk memohon rahmat seperti yang diminta Azarya: hati yang remuk namun penuh harapan kepada Tuhan. Dari hati yang demikianlah lahir kemampuan untuk mengampuni, berdamai, dan memulihkan relasi dengan sesama.

Doa Singkat
Tuhan yang penuh belas kasih, Engkau telah mengampuni aku berkali-kali. Ajarlah aku untuk memiliki hati yang lembut agar aku juga mampu mengampuni sesamaku. Amin.

You Might Also Like

133 Kardinal Tiba di Roma, Langsung Ikut Kongregasi Umum ke-10 Bahas Masa Depan Gereja

Dalam Keheningan, Allah Menyulam Kebangkitan

Ketika Tangan Allah Menguatkan

Para Murid Tidak Ditinggal untuk Meratapi, Namun Dipenuhi dengan Janji

Misi, Martabat, dan Kasih: Kepemimpinan Paus Yohanes Paulus II sebagai Cermin Pemimpin Kristiani Sejati

TAGGED:belas kasihbelas kasih Tuhandoa Azaryaexamen batinheadlineignatius loyolakerendahan hatimasa prapaskahpengampunanpertobatanperumpamaan hamba yang tak berbelas kasihrahmat Allahrekonsiliasirendah hatispiritualitas ignasiantujuh puluh kali tujuh kali
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Share
By Gabriel Abdi Susanto
Follow:
Jurnalis, lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta
Previous Article Agar Rahmat Tuhan Bekerja
Next Article Hukum Bukan Batasan, Melainkan Jalan Kehidupan
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bangun dan Berjalanlah!
  • Iman Membuka Mata untuk Melihat Mukjizat
  • Dahulu Kamu Adalah Kegelapan
  • Ketika Manusia Datang pada Allah
  • Manusia Sering Bersandar pada Hal yang Rapuh

Recent Comments

  1. Y. S. Cahya Martadi on Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
  2. Toro on Minggu Gaudete Ini Sungguh Nyata bagi Saya
  3. Toro on Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
  4. Toro on Romo Hari Juliawan SJ: Tanpa Spiritualitas, Hidup dan Perkawinan Hanya Akan “Menggelinding Begitu Saja”
  5. Toro on Indonesia Pertama Kali Berpartisipasi dalam “100 Presepi in Vaticano”
Inigo WayInigo Way
Follow US
© 2024 Inigo Way Network. Member of Yayasan Sesawi and Paguyuban Sesawi. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?