By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Inigo WayInigo WayInigo Way
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • IGNASIANA
    IGNASIANA
    Segala hal tentang spiritualitas ignasia
    Show More
    Top News
    Jangan Bosan, Ya. Paus Sudah Pulang, Tapi Spektrum Tuhan Masih Terus Broadcast
    2 years ago
    Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
    3 months ago
    Romo Hari Juliawan SJ: Tanpa Spiritualitas, Hidup dan Perkawinan Hanya Akan “Menggelinding Begitu Saja”
    3 months ago
    Latest News
    Kebenaran yang Mengguncang Iman
    37 minutes ago
    Berani Terluka Seperti Bapa Yosef
    2 hours ago
    Tuhan Tak Pernah Berhenti Bekerja
    1 day ago
    Bangun dan Berjalanlah!
    2 days ago
  • IDEA
    IDEAShow More
    Kebenaran yang Mengguncang Iman
    49 minutes ago
    Berani Terluka Seperti Bapa Yosef
    2 hours ago
    Tuhan Tak Pernah Berhenti Bekerja
    1 day ago
    Bangun dan Berjalanlah!
    2 days ago
    Iman Membuka Mata untuk Melihat Mukjizat
    3 days ago
  • GEREJA SEMESTA
    GEREJA SEMESTAShow More
    Paus Leo XIV: Prapaskah, Momen Menjaga Lisan Kita
    4 weeks ago
    Pesan Paus Leo XIV untuk Hari Orang Sakit Sedunia 2026: Belas Kasih Orang Samaria
    2 months ago
    Vatikan Tetapkan Tema Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60: “Menjaga Suara dan Wajah Manusia”
    2 months ago
    Bagaimana Gereja Katolik Dapat Menganulir Sebuah Perkawinan?
    2 months ago
    Paus Leo XIV Umumkan Tahun Yubileum Fransiskan dan Berikan Indulgensi Penuh
    2 months ago
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
    • SBS
    KOMUNITAS
    Show More
    Top News
    Maria Maggiore, Salus Populi Romani Sebuah Memoar Reflektif Imajinatif Bagian 1
    4 months ago
    Sapaan Lembut Sang Bunda di Fatima
    4 months ago
    Refleksi 22 Tahun Menjalani Hidup Bersama Seorang Mantan Jesuit
    9 months ago
    Latest News
    Saluran Air Hidup bagi yang Lain
    2 weeks ago
    Bapa yang Tak Pernah Berhenti Menunggu
    2 weeks ago
    Ada Rindu yang Tak Bisa Dijelaskan dengan Logika
    2 months ago
    Paus Leo XIV Umumkan Tahun Yubileum Fransiskan dan Berikan Indulgensi Penuh
    2 months ago
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
  • KOLOM PENDIDIKAN
    KOLOM PENDIDIKAN
    Show More
    Top News
    Kehadiran dan Kemurahan Hati
    10 months ago
    Menggali Kepemimpinan Perempuan dalam Cahaya Iman: Inspirasi dari Ratu Elizabeth II
    9 months ago
    Latest News
    Menggali Kepemimpinan Perempuan dalam Cahaya Iman: Inspirasi dari Ratu Elizabeth II
    9 months ago
    Kehadiran dan Kemurahan Hati
    10 months ago
Reading: Kebenaran yang Mengguncang Iman
Share
Font ResizerAa
Inigo WayInigo Way
  • IGNASIANA
  • IDEA
  • GEREJA SEMESTA
  • YAYASAN SESAWI
  • STP BONAVENTURA
  • KOLOM PENDIDIKAN
Search
  • Home
  • GEREJA SEMESTA
    • Ajaran Gereja
    • Paus
    • Sejarah Gereja
    • Tradisi Gereja
  • IDEA
    • Homili
    • Refleksi
    • Renungan
    • Syair
  • IGNASIANA
    • Latihan Rohani
    • Riwayat Ignatius
    • Sahabat Ignatius
    • Surat-surat Ignatius
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Inigo Way Network. Sesawi Foundation. All Rights Reserved.
Inigo Way > Petrus Faber > IGNASIANA > Latihan Rohani > Kebenaran yang Mengguncang Iman
IDEAIGNASIANALatihan RohaniRefleksi

Kebenaran yang Mengguncang Iman

Gabriel Abdi Susanto
Last updated: March 18, 2026 6:07 am
By Gabriel Abdi Susanto 49 minutes ago
Share
4 Min Read
SHARE

Jumat, 20 Maret 2026, Bacaan Pertama: Keb. 2:1a.12-22; Bacaan Injil: Yoh. 7:1-2.10.25-30

Ketika kebenaran mulai tampak dengan jelas, justru pada saat itulah hati manusia sering menjadi gelisah.

Dalam Injil hari ini, situasi semakin memanas. Banyak orang mulai menyadari siapa Yesus sebenarnya: Dia adalah yang diurapi, Mesias yang dijanjikan. Namun pengenalan itu tidak serta-merta melahirkan iman. Sebaliknya, justru memunculkan penolakan dan ancaman. Ketika Yesus berseru di Bait Allah bahwa Ia diutus oleh Bapa yang benar—yang tidak mereka kenal—pernyataan itu menjadi berbahaya. Ia tidak hanya menyatakan identitas-Nya, tetapi juga menyingkapkan ketidaktahuan dan kekerasan hati mereka. Maka reaksi yang muncul adalah keinginan untuk membunuh-Nya.

Di sini kita melihat sesuatu yang sangat manusiawi: kebenaran tidak selalu diterima dengan sukacita. Kebenaran sering kali mengguncang, mengusik, bahkan melukai, karena kebenaran menuntut perubahan.

Kitab Kebijaksanaan telah jauh hari menubuatkan hal ini: orang benar akan diuji, bahkan melalui aniaya dan siksa. “Mari kita mencobanya… agar kita mengenal kelembutannya.” Sebuah ironi yang mendalam. Mereka ingin mengenal kebenaran, tetapi dengan cara yang keliru—melalui kekerasan, bukan keterbukaan hati. Namun justru di situlah, tanpa mereka sadari, kebenaran itu bersinar paling terang: dalam kelembutan, kesabaran, dan kesetiaan yang tidak goyah.

Dalam terang Prapaskah, kita diajak untuk menyadari bahwa dinamika ini bukan hanya terjadi di luar diri kita, tetapi juga di dalam diri kita. Ada bagian hati yang menerima Tuhan, tetapi ada pula bagian yang menolak-Nya—terutama ketika Ia mengganggu kenyamanan kita.

Di sinilah spiritualitas Ignasian menjadi sangat relevan. Santo Ignatius mengajak kita untuk peka terhadap gerak batin: apa yang sebenarnya terjadi dalam hati ketika kita berhadapan dengan kebenaran? Apakah kita terdorong untuk mendekat, atau justru menjauh? Apakah ada kegelisahan yang membuat kita menolak, menunda, atau mencari pembenaran?

Dalam dinamika Latihan Rohani Santo Ignatius Loyola, khususnya pada minggu ketiga—yang berfokus pada penderitaan Kristus—kita diajak untuk masuk lebih dalam: menguji hati dan roh kita. Apakah kita sungguh berani menerima Kristus, bukan hanya dalam kemuliaan-Nya, tetapi juga dalam jalan penderitaan-Nya? Apakah kita siap mengikuti-Nya dengan setia, bahkan ketika jalan itu tidak mudah?

Sering kali kita berpikir bahwa kita belum mengenal Tuhan. Padahal, bisa jadi kita sudah cukup mengenal-Nya—tetapi belum siap untuk mengikuti-Nya sepenuhnya.

Yesus sendiri menunjukkan sikap yang sangat berbeda. Ia tidak reaktif, tidak terburu-buru, dan tidak memaksakan diri. Ia berjalan dalam kehendak Bapa, dengan kesadaran yang jernih dan kebebasan batin yang mendalam. Ia tahu bahwa “waktu-Nya belum tiba,” sehingga Ia tidak membiarkan tekanan manusia menentukan langkah-Nya.

Inilah undangan bagi kita di masa Prapaskah: belajar memiliki kebebasan batin seperti itu. Tidak dikuasai oleh ketakutan, tidak dikendalikan oleh ego, tetapi perlahan-lahan selaras dengan kehendak Tuhan.

Karena pada akhirnya, pertanyaan iman bukanlah: apakah kita mengenal Tuhan? Melainkan: apakah kita sungguh siap untuk diubah oleh-Nya?

Dan mungkin, dalam keheningan Prapaskah ini, Tuhan tidak menuntut hal-hal besar dari kita.
Ia hanya mengundang kita untuk berhenti melawan terang — dan mulai berani hidup di dalamnya.

You Might Also Like

Di Balik Asap Putih, Aku Melihat Diriku

Darah Suci Stefanus

Tuhan yang Kamu Cari akan Masuk Ke Bait-Nya Secara Mendadak

Silsilah Yesus Bukan Sekadar Daftar Nama

Hanya Debulah Aku

TAGGED:dinamika batin manusiagerak batinhati yang gelisahhidup dalam terangiman yang diujikebebasan batinkebenaran yang mengusikkeberanian berubahkehendak Allahkesetiaan dalam penderitaanLatihan Rohani Ignatiusmengikuti KristusMesias yang diurapiminggu ketiga penderitaan Kristuspembedaan rohpenolakan terhadap Kristuspertobatan sejatirefleksi Prapaskahspiritualitas ignasianterang dan kegelapan
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Share
By Gabriel Abdi Susanto
Follow:
Jurnalis, lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta
Previous Article Berani Terluka Seperti Bapa Yosef
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Kebenaran yang Mengguncang Iman
  • Berani Terluka Seperti Bapa Yosef
  • Tuhan Tak Pernah Berhenti Bekerja
  • Bangun dan Berjalanlah!
  • Iman Membuka Mata untuk Melihat Mukjizat

Recent Comments

  1. Y. S. Cahya Martadi on Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
  2. Toro on Minggu Gaudete Ini Sungguh Nyata bagi Saya
  3. Toro on Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
  4. Toro on Romo Hari Juliawan SJ: Tanpa Spiritualitas, Hidup dan Perkawinan Hanya Akan “Menggelinding Begitu Saja”
  5. Toro on Indonesia Pertama Kali Berpartisipasi dalam “100 Presepi in Vaticano”
Inigo WayInigo Way
Follow US
© 2024 Inigo Way Network. Member of Yayasan Sesawi and Paguyuban Sesawi. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?