Paus Leo XIV menunjuk tiga pemimpin Gereja Katolik dari Asia sebagai anggota baru Dikasteri untuk Komunikasi, lembaga yang bertanggung jawab atas arah dan pengelolaan komunikasi Takhta Suci di tingkat global.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Kantor Pers Takhta Suci pada 9 April, menandai langkah penting dalam memperkuat representasi Asia dalam misi komunikasi Gereja universal.
Tiga tokoh yang ditunjuk adalah Kardinal Luis Antonio G. Tagle, yang saat ini menjabat sebagai Pro-Prefek Dikasteri untuk Evangelisasi; Kardinal Filipe Neri Ferrão, Uskup Agung Goa dan Damão sekaligus Presiden Federasi Konferensi Para Uskup Asia; serta Uskup Marcelino Antonio M. Maralit, Uskup San Pablo yang juga memimpin Office of Social Communications dalam lingkup Federasi tersebut.
Dikasteri untuk Komunikasi memainkan peran strategis dalam menjembatani pesan Gereja dengan dunia modern. Lembaga ini mengoordinasikan berbagai platform media Vatikan serta mengembangkan strategi komunikasi yang etis, efektif, dan relevan bagi umat di seluruh dunia.
Penunjukan ini disambut positif oleh para pemimpin Gereja di Asia, yang melihatnya sebagai pengakuan atas semakin pentingnya kawasan tersebut dalam dinamika Gereja global. Dengan latar belakang pastoral, akademik, dan komunikasi yang luas, ketiga tokoh ini dinilai mampu membawa perspektif Asia yang lebih kontekstual dalam pengembangan komunikasi Gereja.
“Masuknya para pemimpin terkemuka dari Asia ini menegaskan sifat universal Gereja,” ujar Fr. John Mi Shen, Sekretaris Eksekutif Office of Social Communications Federasi Konferensi Para Uskup Asia sekaligus Direktur Program Radio Veritas Asia. Ia menambahkan bahwa langkah ini mencerminkan komitmen Paus untuk memastikan setiap kawasan memiliki suara dalam merumuskan strategi komunikasi Gereja.
Di tengah tantangan era digital, keputusan ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya Vatikan untuk memperkuat kehadiran Gereja dalam ruang publik global—mendorong dialog, transparansi, serta keterlibatan yang lebih luas dengan masyarakat lintas budaya.
Dengan semakin besarnya peran Asia dalam kehidupan Gereja Katolik, kehadiran para pemimpin ini diharapkan tidak hanya memperkaya narasi global, tetapi juga mengangkat suara Gereja-Gereja lokal ke panggung dunia.
