By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Inigo WayInigo WayInigo Way
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • IGNASIANA
    IGNASIANA
    Segala hal tentang spiritualitas ignasia
    Show More
    Top News
    Jangan Bosan, Ya. Paus Sudah Pulang, Tapi Spektrum Tuhan Masih Terus Broadcast
    2 years ago
    Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
    4 months ago
    Berani Terluka Seperti Bapa Yosef
    2 weeks ago
    Latest News
    Mengapa Kaki Yesus Tidak Dipatahkan?
    1 day ago
    Lakukanlah ini sebagai Kenangan akan Aku
    3 days ago
    Yudas Bukan Orang Jahat dari Awal
    4 days ago
    Seorang di Antara Kamu akan Menyerahkan Aku
    4 days ago
  • IDEA
    IDEAShow More
    Sepi! Ia Benar-benar Telah Mati
    7 hours ago
    Mengapa Kaki Yesus Tidak Dipatahkan?
    1 day ago
    Kamis Putih: Saat Tuhan Jadi Pelayan, Apa Kabar Gengsimu?
    3 days ago
    Lakukanlah ini sebagai Kenangan akan Aku
    3 days ago
    Yudas Bukan Orang Jahat dari Awal
    4 days ago
  • GEREJA SEMESTA
    GEREJA SEMESTAShow More
    Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
    15 hours ago
    Apa yang Terjadi Ketika Kita Menyantap Tubuh Kristus? (Aquinas 101)
    2 days ago
    Apa Artinya “Membuktikan” bahwa Allah Itu Ada? (Aquinas 101)
    4 days ago
    Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
    1 week ago
    Misi Trinitas: Cara Putra dan Roh Kudus Diutus Bapa ke Dunia (Aquinas 101)
    1 week ago
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
    • SBS
    KOMUNITAS
    Show More
    Top News
    Maria Maggiore, Salus Populi Romani Sebuah Memoar Reflektif Imajinatif Bagian 1
    4 months ago
    Sapaan Lembut Sang Bunda di Fatima
    4 months ago
    Refleksi 22 Tahun Menjalani Hidup Bersama Seorang Mantan Jesuit
    9 months ago
    Latest News
    Saluran Air Hidup bagi yang Lain
    4 weeks ago
    Bapa yang Tak Pernah Berhenti Menunggu
    4 weeks ago
    Ada Rindu yang Tak Bisa Dijelaskan dengan Logika
    2 months ago
    Paus Leo XIV Umumkan Tahun Yubileum Fransiskan dan Berikan Indulgensi Penuh
    3 months ago
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
  • AQUINAS 101
    AQUINAS 101
    Show More
    Top News
    Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
    14 hours ago
    Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
    1 week ago
    Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
    1 week ago
    Latest News
    Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
    14 hours ago
    Apa yang Terjadi Ketika Kita Menyantap Tubuh Kristus? (Aquinas 101)
    2 days ago
    Makna Ekaristi Menurut Thomas Aquinas (Aquinas 101)
    3 days ago
    Apa Artinya “Membuktikan” bahwa Allah Itu Ada? (Aquinas 101)
    4 days ago
Reading: Dimana Posisi Kita Saat Kebenaran Bertentangan dengan Kepentingan Kita?
Share
Font ResizerAa
Inigo WayInigo Way
  • IGNASIANA
  • IDEA
  • GEREJA SEMESTA
  • YAYASAN SESAWI
  • STP BONAVENTURA
  • AQUINAS 101
Search
  • Home
  • GEREJA SEMESTA
    • Ajaran Gereja
    • Paus
    • Sejarah Gereja
    • Tradisi Gereja
  • IDEA
    • Homili
    • Refleksi
    • Renungan
    • Syair
  • IGNASIANA
    • Latihan Rohani
    • Riwayat Ignatius
    • Sahabat Ignatius
    • Surat-surat Ignatius
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Inigo Way Network. Sesawi Foundation. All Rights Reserved.
IDEARenungan

Dimana Posisi Kita Saat Kebenaran Bertentangan dengan Kepentingan Kita?

Allah tidak tinggal diam terhadap ketidakadilan.

Gabriel Abdi Susanto
Last updated: April 4, 2025 2:12 pm
By Gabriel Abdi Susanto 12 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

SABTU, 5 APRIL 2025

Manusia sering kali menghadapi pertentangan, penolakan, dan bahkan ancaman ketika ia memilih untuk tetap setia kepada kebenaran. Bacaan hari ini membawa kita merenungkan keteguhan hati seorang nabi, keyakinan akan keadilan ilahi, dan bagaimana Yesus menghadapi perpecahan di antara mereka yang mencoba memahami siapa Dia sesungguhnya.

Yeremia menggambarkan dirinya sebagai domba jinak yang dibawa ke pembantaian (Yer. 11:18-20). Ia tidak menyadari bahwa orang-orang merencanakan kejahatan terhadapnya, hendak memutus hidupnya karena keberaniannya menyuarakan firman Tuhan. Pengalaman Yeremia ini mencerminkan penderitaan banyak utusan Tuhan yang harus menanggung derita karena ketaatan mereka. Walter Brueggemann dalam A Commentary on Jeremiah: Exile and Homecoming (1998) menyoroti bagaimana pengalaman Yeremia menggambarkan nasib seorang nabi yang sering kali terjebak dalam kesepian dan penolakan, namun tetap percaya bahwa Tuhan adalah Hakim yang adil.

Mazmur 7 menggemakan harapan akan keadilan ilahi. Pemazmur berseru, “Engkau yang menguji hati dan batin, Allah yang adil” (Mzm. 7:10). Ketika menghadapi fitnah dan ancaman, iman menjadi satu-satunya kekuatan yang menopang. Para teolog seperti Hans-Joachim Kraus dalam Psalms 1-59: A Continental Commentary (1988) menekankan bahwa Mazmur ini bukan sekadar doa permohonan, tetapi juga pernyataan iman bahwa Allah tidak tinggal diam terhadap ketidakadilan.

Dalam Injil Yohanes, perdebatan tentang Yesus semakin memanas. Beberapa orang mengakui bahwa Dia adalah nabi, bahkan Mesias, sementara yang lain menolaknya karena asal-usul-Nya yang mereka anggap tidak sesuai dengan nubuat (Yoh. 7:40-53). Ironisnya, para pemuka agama yang seharusnya menjadi penjaga hukum justru menutup hati terhadap tanda-tanda ilahi. Raymond E. Brown dalam The Gospel According to John (1966) mengamati bahwa konflik ini menggambarkan ketegangan antara pewahyuan Allah dan kebutaan manusia yang terjebak dalam pemahaman yang terbatas.

Nikodemus, seorang Farisi yang sebelumnya datang kepada Yesus di malam hari, mencoba membela-Nya dengan mengingatkan para pemuka agama bahwa hukum tidak boleh menghakimi seseorang tanpa mendengarkan dia terlebih dahulu (Yoh. 7:51). Namun, ia pun segera dikucilkan. Sikapnya mengingatkan kita bahwa dalam setiap zaman, akan selalu ada orang-orang yang dengan jujur mencari kebenaran, meskipun mereka harus menghadapi risiko sosial.

Bacaan hari ini mengajak kita untuk merenungkan di mana posisi kita ketika kebenaran bertentangan dengan kepentingan kita. Apakah kita seperti Yeremia yang tetap setia meskipun menghadapi ancaman? Seperti pemazmur yang percaya akan keadilan Allah? Seperti orang-orang yang menolak Yesus karena prasangka? Ataukah seperti Nikodemus yang berani bersuara meskipun menghadapi tekanan? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini menentukan bagaimana kita berjalan dalam iman, di tengah dunia yang sering kali menolak kebenaran yang tidak nyaman.

Daftar Pustaka:

  • Brown, Raymond E. The Gospel According to John. Yale University Press, 1966.
  • Brueggemann, Walter. A Commentary on Jeremiah: Exile and Homecoming. Eerdmans, 1998.
  • Kraus, Hans-Joachim. Psalms 1-59: A Continental Commentary. Fortress Press, 1988.
  • Wright, N.T. Simply Jesus: A New Vision of Who He Was, What He Did, and Why He Matters. HarperOne, 2011.
Ingin mendengarkan podcast dari renungan ini (dalam Bahasa Inggris) : Dimana Posisi Kita Saat Kebenaran Bertentangan dengan Kepentingan Kita?
Klik dI SINI

You Might Also Like

Menemukan Rumah Pulang: Jejak Spiritualitas dan Persaudaraan dalam SESAWI

Di Antara Batu yang Ditolak dan Roti yang Dipecah

Kembali ke Cinta Semula

Leo XIV Serukan Kasih dan Persatuan dalam Misa Pengukuhannya Sebagai Paus

Iman Abraham, Berani Melangkah Meski Tidak Jelas

TAGGED:farisiheadlineinjil yohaneskeadilan ilahikebutaan manusianikodemuspemuka agamapewahyuaan Allah
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Share
By Gabriel Abdi Susanto
Follow:
Jurnalis, lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta
Previous Article Kebaikan Sering Menjadi Sasaran Kebencian
Next Article Segala Sesuatu Adalah Sampah
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Sepi! Ia Benar-benar Telah Mati
  • Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
  • Mengapa Kaki Yesus Tidak Dipatahkan?
  • Apa yang Terjadi Ketika Kita Menyantap Tubuh Kristus? (Aquinas 101)
  • Kamis Putih: Saat Tuhan Jadi Pelayan, Apa Kabar Gengsimu?

Recent Comments

  1. inigoway on Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
  2. Bina on Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
  3. inigoway on Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
  4. Febry Silaban on Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
  5. eugenius laluur on Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
Inigo WayInigo Way
Follow US
© 2024 Inigo Way Network. Member of Yayasan Sesawi and Paguyuban Sesawi. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?