Cikarang – Komunitas Diaspora NTT di Paroki Cikarang beserta seluruh umat merasakan sukacita yang mendalam ketika Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden SVD, hadir memimpin Misa secara konselebrasi bersama Romo Antonius Suhardi Antara Pr, Romo Ludowikus Andri Novian Pr, dan Romo Camelus Delellis da Cunha Pr. Misa dilaksanakan pada Minggu, 2 November 2025, di Gereja Ibu Teresa, Paroki Cikarang, dengan tujuan utama mendoakan pembangunan Gedung Karya Pastoral, Pastoran, dan terutama Gua Maria Pengurai Simpul Masalah. Perayaan ini menjadi momen yang sangat dinantikan, khususnya bagi paroki yang lahir dari misi SVD.
Misa kali ini terinspirasi dari pesan Uskup Agung Ende dalam Perpas Regio Nusra di Larantuka, yang menegaskan bahwa Gereja Katolik NTT memiliki wajah sebagai Perantau yang memberi harapan bagi Gereja Katolik sejagat, sebagai “Peziarah Harapan” di Tahun Yubilum. Semangat itulah yang diwujudkan oleh Komunitas Diaspora NTT, tidak hanya sebagai saksi iman, tetapi juga sebagai pembawa harapan melalui karya nyata.
Nuansa NTT terasa kental dalam liturgi, terlihat dari lagu-lagu daerah, tarian, asesoris liturgi, dan doa umat yang mewakili enam kabupaten dengan kekayaan bahasa masing-masing.
Dalam homilinya, Mgr. Paulus Budi Kleden SVD menekankan tiga hal penting: kenangan, legasi, dan misi. Bertepatan dengan Peringatan Hari Arwah Orang Beriman, umat diingatkan untuk mengenang tidak hanya mereka yang masih hidup, tetapi juga yang telah berpulang. Warisan iman berupa jejak kasih dan kesetiaan kepada Tuhan menjadi legasi yang diteruskan melalui doa, pelayanan, dan perbuatan kasih. Sedangkan misi, yang berakar dari Sabda Allah, mengajak umat menghadirkan kasih Allah, tidak hanya dalam pembangunan gedung, tetapi terutama dalam kehidupan rohani.
Romo Antonius Suhardi Antara Pr, Pastor Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Uskup Agung yang menjadi pengobat kerinduan umat, tidak hanya bagi diaspora NTT, tetapi juga seluruh umat Paroki Cikarang.
Seusai Misa, Uskup Agung disambut dengan adat, tarian, dan foto bersama umat. Keakraban terasa hangat, tanpa ada jarak antara gembala dan domba, melahirkan rasa syukur bersama.
Pada kesempatan yang sama, Bapa Uskup meninjau lokasi pembangunan Gedung Karya Pastoral, Gua Maria Pengurai Simpul Masalah, dan rumah Pastoran. Kunjungan ini menjadi simbol bahwa perayaan iman tidak berhenti di altar, tetapi juga terwujud dalam kehidupan nyata umat.
— Sherafina Reni, Umat Paroki Cikarang



