Vatikan — Paus Leo XIV akan melakukan perjalanan apostolik ke Afrika pada tanggal 13 hingga 23 April 2026, mengunjungi empat negara yakni Aljazair, Kamerun, Angola, dan Guinea Khatulistiwa. Kunjungan ini diumumkan oleh Direktur Kantor Pers Takhta Suci, Matteo Bruni, dalam konferensi pers di Vatikan, Kamis waktu setempat.
Perjalanan selama sebelas hari tersebut akan menjadi perjalanan terpanjang Paus Leo XIV sejauh ini dan mencakup berbagai pertemuan, perayaan liturgi, serta dialog dengan masyarakat sipil dan pemimpin agama di berbagai wilayah Afrika. Dalam kunjungan tersebut, Paus dijadwalkan menyampaikan pidato dalam beberapa bahasa, termasuk Inggris, Prancis, Portugis, dan Spanyol.
Fokus pada Perdamaian dan Harapan
Menurut Kantor Pers Takhta Suci, tema utama perjalanan Paus Leo XIV meliputi; perdamaian, migrasi, lingkungan hidup, kaum muda, dan keluarga. Kunjungan ini juga akan menyoroti berbagai tantangan sosial dan politik di Afrika, termasuk konflik, migrasi, serta hidup berdampingan antaragama di berbagai negara yang akan dikunjungi.
Perjalanan akan dimulai di Aljazair, dengan perhatian khusus pada warisan Santo Agustinus serta kehadiran umat Kristiani di Afrika Utara. Paus juga akan menekankan dialog dengan dunia Islam dan isu migrasi. Kemudian berlanjut ke Kamerun. Di Kamerun, yang sering disebut sebagai “Afrika dalam miniatur” karena keragaman budaya dan bahasanya, Paus akan menyoroti tema perdamaian, hidup berdampingan, peran kaum muda, dan pembangunan manusia seutuhnya.
Setelah itu, Paus bertolak ke Angola. Kunjungan ke Angola akan berfokus pada peran kaum muda, kekayaan sumber daya alam dan manusia, serta dampak korupsi dan sejarah kolonial terhadap masyarakat. Perjalanan akan ditutup di Guinea Khatulistiwa dengan perhatian pada pendidikan, budaya, dan peran Gereja dalam membangun perdamaian di wilayah yang kaya sumber daya alam tersebut.
Perjalanan Panjang
Paus Leo XIV akan mengunjungi beberapa kota di setiap negara, termasuk Aljir dan Annaba, Yaoundé, Bamenda, dan Douala, Luanda, Muxima, dan Saurimo, serta Malabo, Mongomo, dan Bata.
Delegasi kepausan akan mencakup perwakilan berbagai dikasteri Vatikan serta sejumlah kardinal dari Afrika. Seperti biasanya, Paus juga dijadwalkan mengadakan konferensi pers di dalam pesawat pada akhir perjalanan.
Perjalanan apostolik ini diharapkan memperkuat hubungan Gereja Katolik dengan Afrika serta menegaskan peran Paus Leo XIV sebagai peziarah harapan di tengah keberagaman dan tantangan benua tersebut.
