By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Inigo WayInigo WayInigo Way
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • IGNASIANA
    IGNASIANA
    Segala hal tentang spiritualitas ignasia
    Show More
    Top News
    Jangan Bosan, Ya. Paus Sudah Pulang, Tapi Spektrum Tuhan Masih Terus Broadcast
    2 years ago
    Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
    8 months ago
    Romo Hari Juliawan SJ: Tanpa Spiritualitas, Hidup dan Perkawinan Hanya Akan “Menggelinding Begitu Saja”
    8 months ago
    Latest News
    Beyond Graduation: Jesuit Universities Call for Lifelong Formation and Mission Through Global Alumni Networks
    11 hours ago
    Listening Before Speaking: Vatican Official and Jesuit Leader Call for Discernment in an Age of Social Media
    12 hours ago
    Former Jesuit Provincial Calls for a New Moral Ambition as Technology, Populism, and Algorithms Reshape Humanity
    23 hours ago
    Vatican Official: Interreligious Dialogue Is Not Optional but Essential for the Church’s Mission
    23 hours ago
  • IDEA
    IDEAShow More
    Tuhan Bukan Pendukung Tim Mana Pun
    2 weeks ago
    Menulis untuk Menghidupkan Literasi: Jejak Sunyi Angela Yurmani Giawa
    4 weeks ago
    Di Balik Banyak Peran, Selalu Ada Ruang untuk Bersyukur
    4 weeks ago
    Petrus dan Paulus: dari Kerapuhan Menuju Batu Karang dan Saksi Kristus
    1 month ago
    Samudra Pelayanan: Menemukan Jiwa dalam Sabar, Tekun, Proses, dan Mengalir
    1 month ago
  • GEREJA SEMESTA
    GEREJA SEMESTAShow More
    Petrus dan Paulus: dari Kerapuhan Menuju Batu Karang dan Saksi Kristus
    1 month ago
    Keteladanan Santo Oliver Plunkett dalam Membangun Kepemimpinan Pelayanan
    2 months ago
    Menjadi Teladan di Tengah Umat: Belajar dari Timotius dan Gereja Masa Kini
    2 months ago
    St. Petrus: Kepemimpinan yang Berlandaskan Iman, Keberanian, dan Pelayanan
    2 months ago
    Kepemimpinan yang Melayani: Inspirasi Santa Klara bagi Pemimpin Umat Masa Kini
    2 months ago
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
    • SBS
    KOMUNITAS
    Show More
    Top News
    Maria Maggiore, Salus Populi Romani Sebuah Memoar Reflektif Imajinatif Bagian 1
    8 months ago
    Sapaan Lembut Sang Bunda di Fatima
    8 months ago
    Refleksi 22 Tahun Menjalani Hidup Bersama Seorang Mantan Jesuit
    1 year ago
    Latest News
    Beyond Graduation: Jesuit Universities Call for Lifelong Formation and Mission Through Global Alumni Networks
    11 hours ago
    Listening Before Speaking: Vatican Official and Jesuit Leader Call for Discernment in an Age of Social Media
    12 hours ago
    Former Jesuit Provincial Calls for a New Moral Ambition as Technology, Populism, and Algorithms Reshape Humanity
    23 hours ago
    Vatican Official: Interreligious Dialogue Is Not Optional but Essential for the Church’s Mission
    23 hours ago
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
  • AQUINAS 101
    AQUINAS 101
    Show More
    Top News
    Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
    4 months ago
    Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
    4 months ago
    Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
    4 months ago
    Latest News
    Yesus Menjanjikan Roh Kudus bagi Kita
    2 months ago
    Misteri Paskah Menurut Thomas Aquinas (Aquinas 101)
    4 months ago
    Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
    4 months ago
    Apa yang Terjadi Ketika Kita Menyantap Tubuh Kristus? (Aquinas 101)
    4 months ago
Reading: Kita Dipanggil untuk Berani Mengenakan Perlengkapan Senjata Allah
Share
Font ResizerAa
Inigo WayInigo Way
  • IGNASIANA
  • IDEA
  • GEREJA SEMESTA
  • YAYASAN SESAWI
  • STP BONAVENTURA
  • AQUINAS 101
Search
  • Home
  • GEREJA SEMESTA
    • Ajaran Gereja
    • Paus
    • Sejarah Gereja
    • Tradisi Gereja
  • IDEA
    • Homili
    • Refleksi
    • Renungan
    • Syair
  • IGNASIANA
    • Latihan Rohani
    • Riwayat Ignatius
    • Sahabat Ignatius
    • Surat-surat Ignatius
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Inigo Way Network. Sesawi Foundation. All Rights Reserved.
IDEARenungan

Kita Dipanggil untuk Berani Mengenakan Perlengkapan Senjata Allah

Tuhan adalah kasih yang terus menawarkan diri-Nya bahkan ketika manusia menolak. Konsili Vatikan II menegaskan bahwa Gereja adalah perpanjangan dari kasih Tuhan ini.

Gabriel Abdi Susanto
Last updated: October 30, 2024 3:02 pm
By Gabriel Abdi Susanto 2 years ago
Share
5 Min Read
SHARE

Kamis, 31 Oktober 2024

Efesus 6:10-20 dan Lukas 13:31-35 adalah dua bacaan hari ini yang mengajak kita merenungkan panggilan hidup beriman. Kedua bacaan ini menunjukkan bagaimana kita dapat bertahan dalam iman, berjuang dan mencintai seperti Kristus sekaligus terbuka terhadap kasih Tuhan yang selalu ingin menyatukan umat-Nya.

Dalam Efesus 6:10-20, Rasul Paulus memberikan panduan mendasar kepada umat beriman: kita harus melengkapi diri dengan “seluruh perlengkapan senjata Allah.” Rasul Paulus menggunakan bahasa peperangan rohani untuk menggambarkan bagaimana hidup orang Kristen adalah perjuangan melawan kuasa gelap. Melalui kata-katanya, Paulus mengingatkan bahwa kita menghadapi lawan yang tidak kasat mata—roh-roh jahat yang mempengaruhi dunia. Namun, ia meyakinkan bahwa Allah menyediakan perlindungan yang kuat bagi kita.

Seperti seorang prajurit, kita perlu mengenakan “sabuk kebenaran,” “baju zirah keadilan,” “perisai iman,” “helm keselamatan,” dan “pedang Roh, yaitu firman Allah.” Tiap bagian dari perlengkapan ini bukanlah senjata fisik, melainkan sikap iman yang memungkinkan kita menghadapi segala pencobaan dan godaan. Misalnya, “sabuk kebenaran” menggambarkan integritas dan kejujuran, yang membuat kita tidak mudah tergoda oleh tipu daya. “Perisai iman” menggambarkan keyakinan yang tak tergoyahkan kepada Tuhan, yang melindungi kita dari serangan dan keraguan yang datang dari luar.

Santo Ignatius Loyola memandang pentingnya sikap batin ini. Ia mengembangkan metode pembedaan roh yang membantu kita untuk mampu memahami diri sendiri apakah sudah berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. Dalam perspektif ini, mengenakan perlengkapan Allah tidak hanya tentang menghadapi tantangan dari luar, tetapi juga menjaga batin agar senantiasa tertuju pada kehendak Tuhan. Paus Fransiskus pun menegaskan bahwa doa adalah salah satu “senjata” terpenting dalam menghadapi peperangan rohani. Doa, menurutnya, menjadi kekuatan spiritual yang tidak hanya memperkuat, tetapi juga membawa perdamaian batin yang melindungi kita dari pengaruh negatif.

Kasih Tuhan yang Tak Terbatas

Dalam Lukas 13:31-35, kita menemukan Yesus menghadapi ancaman dari Herodes. Meski para Farisi memperingatkan agar Ia pergi dari Yerusalem, Yesus tetap bertekad melanjutkan perjalanan-Nya. Ayat ini menunjukkan keberanian Yesus dan kesetiaan-Nya pada misi keselamatan. Namun, ayat ini juga mengungkapkan sisi lain: hati Yesus yang penuh kasih terhadap umat-Nya, bahkan yang menolak-Nya. Ia menyatakan, “berapa kali Aku ingin mengumpulkan anak-anakmu, seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.”

Ungkapan ini menggambarkan kasih Tuhan yang lembut dan penuh kesabaran. Di sini, Yesus menggunakan gambaran induk ayam sebagai sosok pelindung bagi anak-anaknya. Yesus ingin menyatukan umat manusia, merangkul mereka dalam perlindungan-Nya, tetapi kebebasan manusia sering kali membuat mereka menolak panggilan itu. Ungkapan ini adalah lambang belas kasih Tuhan yang tak terbatas. Allah, melalui Kristus, datang untuk menyatukan dan melindungi, tetapi dalam kebebasan yang diberikan kepada manusia, Ia tetap menghormati pilihan mereka.

St. Thomas Aquinas menguraikan konsep ini dalam pandangan tentang agape atau kasih tanpa syarat. Menurutnya, Tuhan adalah kasih yang terus menawarkan diri-Nya bahkan ketika manusia menolak. Konsili Vatikan II menegaskan bahwa Gereja adalah perpanjangan dari kasih Tuhan ini. Gereja, seperti Yesus, ingin merangkul semua orang, menyampaikan belas kasih ilahi, dan mengingatkan umat bahwa Tuhan selalu siap menerima mereka kembali, apapun kesalahan mereka.

Keteguhan Iman

Kedua teks ini mengingatkan kita akan panggilan hidup Kristen yang penuh kasih dan keberanian dalam menghadapi tantangan. Dari Efesus, kita belajar bahwa hidup Kristen membutuhkan keteguhan iman, ketegasan dalam kebenaran, dan ketekunan dalam doa. Sementara itu, Lukas menunjukkan bahwa kasih Tuhan itu tanpa batas, kasih yang selalu siap menerima kita kembali bahkan ketika kita sering menolak-Nya.

Bagi kita, kedua bacaan ini menjadi undangan untuk berserah pada Tuhan dalam hidup sehari-hari. Kita dipanggil untuk berani mengenakan “perlengkapan senjata Allah,” dan dengan itu, kita melindungi hati kita dari godaan dan kekuatan yang bisa menjauhkan dari-Nya. Di sisi lain, kita juga diajak untuk membuka hati pada kasih Tuhan yang penuh pengampunan, yang selalu ingin merangkul kita di bawah naungan-Nya.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Thérèse dari Lisieux. Story of a Soul: The Autobiography of St. Thérèse of Lisieux. Washington, D.C.: ICS Publications, 1976.
  2. Aquinas, Thomas. Summa Theologiae. New York: Benziger Brothers, 1947.
  3. Benedict XVI, Pope. Jesus of Nazareth: Holy Week: From the Entrance into Jerusalem to the Resurrection. San Francisco: Ignatius Press, 2011.
  4. Fransiskus, Paus. Evangelii Gaudium (The Joy of the Gospel): Apostolic Exhortation. Vatican City: Libreria Editrice Vaticana, 2013.
  5. Ignatius dari Loyola. Latihan Rohani Santo Ignatius. Diterjemahkan oleh J.B. Tjahjadi. Yogyakarta: Kanisius, 2004.
  6. Konsili Vatikan II. Lumen Gentium (Dogmatic Constitution on the Church). Vatican City: Libreria Editrice Vaticana, 1964.

You Might Also Like

Minggu Gaudete Ini Sungguh Nyata bagi Saya

Iman yang Mengagumkan dari Santa Sesilia

Di Balik Banyak Peran, Selalu Ada Ruang untuk Bersyukur

Dalam Bisikan Roh dan Hati yang Terbuka

Para Murid Tidak Ditinggal untuk Meratapi, Namun Dipenuhi dengan Janji

TAGGED:beraniefesuspanggilanpaulussenjata allah
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Share
By Gabriel Abdi Susanto
Follow:
Jurnalis, lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta
Previous Article Tak Semua yang Mengenal Kristus Masuk Surga
Next Article Para Kudus Tidaklah Suci Sejak Lahir
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Beyond Graduation: Jesuit Universities Call for Lifelong Formation and Mission Through Global Alumni Networks
  • Listening Before Speaking: Vatican Official and Jesuit Leader Call for Discernment in an Age of Social Media
  • Former Jesuit Provincial Calls for a New Moral Ambition as Technology, Populism, and Algorithms Reshape Humanity
  • Vatican Official: Interreligious Dialogue Is Not Optional but Essential for the Church’s Mission
  • Jesuit Alumni Have a Moral Responsibility to Build Peace, Indonesia’s Religious Affairs Minister Says

Recent Comments

  1. inigoway on Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
  2. Bina on Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
  3. inigoway on Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
  4. Febry Silaban on Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
  5. eugenius laluur on Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
Inigo WayInigo Way
Follow US
© 2024 Inigo Way Network. Member of Yayasan Sesawi and Paguyuban Sesawi. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?