Bangkok, 15 April 2026 – Para pemimpin Federasi Konferensi Uskup-uskup Asia atau Federation of Asian Bishops’ Conferences (FABC) mengeluarkan seruan pastoral mendesak bagi perdamaian dunia di tengah meningkatnya ketegangan global dan eskalasi kekerasan yang terus memakan korban jiwa tak berdosa.
Dalam dokumen bertajuk “Blessed Are the Peacemakers” (Mat 5:9), para uskup Asia menyatakan solidaritas doa mereka dengan Paus Leo XIV sekaligus menggemakan seruan kuat Vatikan agar dunia segera menghentikan konflik bersenjata.
Seruan ini menegaskan bahwa ajaran Yesus tentang pembawa damai bukan sekadar ideal spiritual, melainkan sebuah tuntutan moral yang mendesak. Di tengah melemahnya hukum internasional dan institusi global, para uskup menilai dunia kini tergoda untuk kembali pada logika kekuasaan, kekuatan militer, dan dominasi.
“Namun Injil memanggil kita pada jalan yang berbeda: keadilan, dialog, dan perdamaian yang berakar pada martabat manusia,” demikian pernyataan tersebut.
FABC juga menegaskan kembali pesan Paus Leo XIV bahwa kekerasan tidak pernah dapat menjadi dasar perdamaian yang adil dan berkelanjutan. Mereka mengingatkan bahwa penggunaan nama Tuhan untuk membenarkan perang merupakan penyimpangan iman.
Dalam seruan itu, para pemimpin Gereja di Asia mengajukan sejumlah tuntutan konkret kepada komunitas internasional, antara lain penghentian segera konflik bersenjata, kembali ke meja perundingan dengan itikad baik, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan.
Mereka juga menekankan pentingnya diplomasi moral yang tidak semata didorong oleh kepentingan nasional sempit, melainkan oleh kebaikan bersama umat manusia.
Mengacu pada pengalaman sejarah Asia yang penuh luka akibat perang dan konflik, FABC menegaskan bahwa perdamaian sejati hanya dapat dicapai melalui dialog yang sabar, saling menghormati, dan perjuangan panjang menegakkan keadilan.
Sebagai bagian dari misinya, Gereja disebut tidak boleh diam. “Tugas kami bukan menggunakan kekuasaan, tetapi membentuk hati nurani, menyuarakan kebenaran, dan menjaga harapan bahwa perdamaian itu mungkin,” tulis para uskup.
Di akhir pernyataan, FABC mengajak seluruh umat beriman dan semua orang yang berkehendak baik untuk bersatu dalam doa dan tindakan nyata demi dunia yang menyelesaikan konflik melalui kebijaksanaan, bukan senjata; melalui kepercayaan, bukan ketakutan.
Seruan ini ditandatangani oleh Presiden FABC Kardinal Filipe Neri Ferrao, Wakil Presiden Kardinal Pablo Virgilio S. David, serta Sekretaris Jenderal Kardinal Isao Kikuchi.
