By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Inigo WayInigo WayInigo Way
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • IGNASIANA
    IGNASIANA
    Segala hal tentang spiritualitas ignasia
    Show More
    Top News
    Jangan Bosan, Ya. Paus Sudah Pulang, Tapi Spektrum Tuhan Masih Terus Broadcast
    2 years ago
    Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
    5 months ago
    Berani Terluka Seperti Bapa Yosef
    2 months ago
    Latest News
    Cara Sekolah di Papua Mengajarkan Dialog dan Kepercayaan kepada Generasi Muda
    4 days ago
    Kristus Sungguh Bangkit, dan Hidup Tak Lagi Sama
    1 month ago
    Mengapa Kaki Yesus Tidak Dipatahkan?
    2 months ago
    Lakukanlah ini sebagai Kenangan akan Aku
    2 months ago
  • IDEA
    IDEAShow More
    Panduan Studi: Ensiklik Magnifica Humanitas – Menjaga Martabat Manusia di Era Kecerdasan Buatan
    29 minutes ago
    Keuskupan Agung Pontianak Sambut PKSN XIII 2026: dari Teknologi ke Perjumpaan, Menjaga Suara dan Wajah Manusia
    41 minutes ago
    Magnifica Humanitas, Fondasi dan Prinsip Doktrin
    6 hours ago
    Pentakosta: Ketika Allah Masuk dalam Luka-Luka Manusia
    1 day ago
    Uskup Agung Medan: Wajah Orang Kristen Harus Memantulkan Wajah Kristus
    3 days ago
  • GEREJA SEMESTA
    GEREJA SEMESTAShow More
    Panduan Studi: Ensiklik Magnifica Humanitas – Menjaga Martabat Manusia di Era Kecerdasan Buatan
    29 minutes ago
    Magnifica Humanitas, Fondasi dan Prinsip Doktrin
    6 hours ago
    Paus Leo XIV Siapkan Ensiklik Pertama tentang AI dan Martabat Manusia
    1 week ago
    Paus Leo XIV: Membaca Adalah Jalan Merawat Kebijaksanaan di Era Digital
    2 weeks ago
    Misa di Casa Santa Marta Tandai Setahun Wafat Paus Fransiskus
    1 month ago
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
    • SBS
    KOMUNITAS
    Show More
    Top News
    Maria Maggiore, Salus Populi Romani Sebuah Memoar Reflektif Imajinatif Bagian 1
    6 months ago
    Sapaan Lembut Sang Bunda di Fatima
    6 months ago
    Refleksi 22 Tahun Menjalani Hidup Bersama Seorang Mantan Jesuit
    11 months ago
    Latest News
    Magnifica Humanitas, Fondasi dan Prinsip Doktrin
    58 minutes ago
    Cara Sekolah di Papua Mengajarkan Dialog dan Kepercayaan kepada Generasi Muda
    4 days ago
    Menjadi Duta Bahasa: Badan Bahasa Ingin Gandeng Para Misionaris Indonesia
    2 weeks ago
    Saluran Air Hidup bagi yang Lain
    3 months ago
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
  • AQUINAS 101
    AQUINAS 101
    Show More
    Top News
    Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
    2 months ago
    Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
    2 months ago
    Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
    2 months ago
    Latest News
    Yesus Menjanjikan Roh Kudus bagi Kita
    6 days ago
    Misteri Paskah Menurut Thomas Aquinas (Aquinas 101)
    2 months ago
    Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
    2 months ago
    Apa yang Terjadi Ketika Kita Menyantap Tubuh Kristus? (Aquinas 101)
    2 months ago
Reading: Keuskupan Agung Pontianak Sambut PKSN XIII 2026: dari Teknologi ke Perjumpaan, Menjaga Suara dan Wajah Manusia
Share
Font ResizerAa
Inigo WayInigo Way
  • IGNASIANA
  • IDEA
  • GEREJA SEMESTA
  • YAYASAN SESAWI
  • STP BONAVENTURA
  • AQUINAS 101
Search
  • Home
  • GEREJA SEMESTA
    • Ajaran Gereja
    • Paus
    • Sejarah Gereja
    • Tradisi Gereja
  • IDEA
    • Homili
    • Refleksi
    • Renungan
    • Syair
  • IGNASIANA
    • Latihan Rohani
    • Riwayat Ignatius
    • Sahabat Ignatius
    • Surat-surat Ignatius
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Inigo Way Network. Sesawi Foundation. All Rights Reserved.
BeritaIDEARefleksi

Keuskupan Agung Pontianak Sambut PKSN XIII 2026: dari Teknologi ke Perjumpaan, Menjaga Suara dan Wajah Manusia

Gabriel Abdi Susanto
Last updated: May 25, 2026 4:59 pm
By Gabriel Abdi Susanto 41 minutes ago
Share
6 Min Read
Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Agustinus Tri Budi Utomo. Foto : Dok. Keuskupan Surabaya
SHARE

PONTIANAK – Derasnya arus perkembangan dalam dunia digital dan teknologi khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuat Gereja Katolik Indonesia mesti memilih arah yang jelas: komunikasi harus tetap berakar pada martabat manusia. Semangat itu akan menggema dalam Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XIII 2026 yang diselenggarakan di Keuskupan Agung Pontianak, mulai 26 hingga 31 Mei 2026.

Sebagai tuan rumah, Keuskupan Agung Pontianak siap menyambut 200 peserta dari berbagai Keuskupan Agung dan Keuskupan sufragan di Indonesia. PKSN XIII menjadi puncak peringatan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60, sebuah momentum tahunan Gereja untuk merefleksikan peran komunikasi dalam kehidupan manusia dan misi pewartaan.

Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Menjaga Suara dan Wajah Manusia”, tercantum dalam pesan Paus Leo XIV untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60. Tema tersebut lahir dari keprihatinan sekaligus harapan dalam dunia algoritma, simulasi digital, dan kemampuan AI yang makin hingga dapat mereproduksi suara, wajah, bahkan emosi manusia. Paus mengingatkan bahwa teknologi harus membantu manusia, bukan menggantikan atau mengaburkan kemanusiaannya.

Bagi Paus Leo XIV, wajah dan suara bukan sekadar aspek biologis atau identitas visual. Keduanya merupakan ekspresi terdalam dari pribadi manusia, tempat relasi, kehadiran, dan perjumpaan berlangsung. Karena itu, perkembangan teknologi komunikasi menghadirkan pertanyaan etis yang mendasar: apakah manusia masih menjadi pusat, atau justru mulai tersingkir oleh sistem yang diciptakannya sendiri?

Dalam konteks itulah PKSN XIII di Pontianak memperoleh makna yang lebih luas daripada sekadar pertemuan para pegiat komunikasi Gereja.

Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Samuel Oton Sidin, berharap peristiwa nasional ini sungguh menjadi ruang untuk merawat kemanusiaan dalam komunikasi. “Dengan demikian, kehidupan dalam kebersamaan pada masa-masa mendatang sungguh lebih membahagiakan dan mensejahterakan kita semua. Dalam berkat Tuhan, mari kita berupaya agar PKSN kita laksanakan dengan baik seturut kehendak-Nya,” ujarnya.

Harapan tersebut sejalan dengan seruan Paus Leo XIV bahwa komunikasi tidak boleh direduksi menjadi sekadar distribusi informasi atau produksi konten. Di era ketika kecerdasan buatan mampu mensimulasikan suara dan wajah manusia, tantangan terbesar bukanlah keberadaan teknologi itu sendiri, melainkan kemungkinan manusia kehilangan kemampuan untuk mendengar, berpikir kritis, dan membangun relasi yang otentik.

Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Agustinus Tri Budi Utomo, menegaskan pentingnya kesadaran tersebut. “Kita harus ingat bahwa AI adalah alat bantu. Sekali lagi, alat bantu bagi manusia,” kata uskup Surabaya itu.

Pernyataan itu menegaskan posisi Gereja yang tidak menolak teknologi, melainkan mengajak untuk menggunakannya secara bijaksana dan bertanggung jawab. Pesan Paus Leo XIV juga menyoroti bahwa ancaman terbesar bukan semata-mata mesin yang semakin canggih, melainkan kecenderungan manusia menyerahkan proses berpikir, menilai, dan membangun relasi kepada algoritma digital. Tanpa kesadaran kritis, komunikasi berisiko kehilangan kedalaman dan berubah menjadi sekadar arus data yang cepat namun miskin makna.

Selama enam hari penyelenggaraan, PKSN XIII menghadirkan empat pilar utama yang dirancang untuk menjawab tantangan tersebut. Pilar pertama adalah Aksi Kreativitas, ruang ekspresi bagi para kreator, pegiat media, dan insan komunikasi Gereja melalui berbagai perlombaan serta unjuk bakat yang menampilkan wajah komunikasi yang kreatif sekaligus humanis.

Pilar kedua berupa edukasi, melalui seminar dan diskusi interaktif mengenai perkembangan media digital, kecerdasan buatan, serta tantangan etika komunikasi dalam pewartaan iman. Di ruang ini, teknologi tidak dipandang sebagai ancaman mutlak, tetapi sebagai realitas yang perlu dipahami secara kritis dan dikelola secara bertanggung jawab.

Pilar ketiga adalah gerakan literasi, yang mengajak peserta untuk membangun budaya membaca, menulis, dan menyaring informasi secara sehat. Literasi dipandang sebagai benteng penting menghadapi disinformasi, manipulasi digital, dan budaya viral yang sering mengabaikan verifikasi maupun empati.

Sementara itu, pilar keempat diwujudkan melalui Kunjungan Solidaritas Kemanusiaan. Inilah ekspresi paling konkret dari pesan Paus Leo XIV: komunikasi bukan pertama-tama soal perangkat atau jaringan, melainkan tentang keberanian menjumpai sesama secara nyata. Melalui kunjungan tersebut, peserta diajak hadir di tengah mereka yang membutuhkan, mendengarkan cerita, dan membangun relasi yang lahir dari kepedulian.

Setiap akhir rangkaian kegiatan harian akan ditutup dengan refleksi bersama, sebuah ruang hening untuk merenungkan bagaimana pesan “Menjaga Suara dan Wajah Manusia” dapat diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari dan praksis komunikasi Gereja.

Pilihan Pontianak sebagai tuan rumah PKSN XIII juga memiliki makna simbolis tersendiri. Kota yang dikenal sebagai ruang perjumpaan berbagai budaya, agama, dan etnis itu menghadirkan konteks nyata tentang pentingnya komunikasi yang membangun jembatan, bukan tembok pemisah.

Dalam suasana yang bising akibat notifikasi, ragam informasi yang kerap tidak jelas dari mana sumbernya, konten instan yang makin masif, dan simulasi digital dengan beraneka ragam bentuknya, PKSN XIII tampaknya ingin mengingatkan kembali sesuatu yang sederhana tetapi mendasar: manusia tetap membutuhkan wajah yang hadir dan suara yang sungguh mendengarkan.

Sebab pada akhirnya, sebagaimana ditegaskan Paus Leo XIV, teknologi hanya akan bermakna apabila tetap diarahkan untuk melayani kebenaran tentang manusia dan menjaga anugerah relasi, pertemuan, tatap muka dan komunikasi langsung sebagai ruang perjumpaan yang memanusiakan.

You Might Also Like

Di Manakah Hati Kita Tertambat?

Dari Peluh Rumah Tangga, Tumbuhlah Cinta yang Tangguh: Kisah-Kisah Ibu dalam Paguyuban SESAWI

Adakah Pohon yang Baik Menghasilkan Buah yang Tidak Baik?

Nyanyian Jiwa Seorang yang Telah Mencicipi Kebaikan Tuhan

Karya Tuhan Melampaui Sekat-sekat yang Kita Ciptakan Sendiri

TAGGED:artificial intelligenceEtika Digitalgereja katolik indonesiaHari Komunikasi Sosial SeduniaheadlineHoaks dan Disinformasikecerdasan buatanKeuskupan Agung PontianakKomisi Komsos KWIkomunikasi GerejaKomunikasi Humanisliterasi mediamenjaga suara dan wajah manusiaMgr Agustinus Tri Budi UtomoMgr Samuel Oton SidinPaus Leo XIVpewartaan digitalPKSN XIII 2026Ruang Siber Sehatsolidaritas kemanusiaanteknologi dan kemanusiaan
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Share
By Gabriel Abdi Susanto
Follow:
Jurnalis, lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta
Previous Article Magnifica Humanitas, Fondasi dan Prinsip Doktrin
Next Article Panduan Studi: Ensiklik Magnifica Humanitas – Menjaga Martabat Manusia di Era Kecerdasan Buatan
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Panduan Studi: Ensiklik Magnifica Humanitas – Menjaga Martabat Manusia di Era Kecerdasan Buatan
  • Keuskupan Agung Pontianak Sambut PKSN XIII 2026: dari Teknologi ke Perjumpaan, Menjaga Suara dan Wajah Manusia
  • Magnifica Humanitas, Fondasi dan Prinsip Doktrin
  • Pentakosta: Ketika Allah Masuk dalam Luka-Luka Manusia
  • Uskup Agung Medan: Wajah Orang Kristen Harus Memantulkan Wajah Kristus

Recent Comments

  1. inigoway on Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
  2. Bina on Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
  3. inigoway on Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
  4. Febry Silaban on Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
  5. eugenius laluur on Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
Inigo WayInigo Way
Follow US
© 2024 Inigo Way Network. Member of Yayasan Sesawi and Paguyuban Sesawi. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?