Pemimpin Umum atau yang disebut Jenderal Ordo Serikat Yesus (Jesuit) Romo Arturo Sosa SJ, akan melakukan kunjungan apostolik kelimanya ke wilayah Jesuit Conference of Asia Pacific (JCAP) pada 12 Juli hingga 3 Agustus. Dalam lawatan tersebut, ia dijadwalkan mengunjungi berbagai komunitas Jesuit serta karya-karya kerasulan di Malaysia, Thailand, dan Indonesia.
Kunjungan akan diawali di Kuching, Malaysia, pada 12 Juli, saat Romo Sosa bergabung dalam sidang para superior mayor. Selama berada di Kuching, ia dijadwalkan bertemu dengan Uskup Agung Kuching, Monsinyur Simon Peter Poh Hoon Seng, pada Selasa. Selain itu, ia akan berdialog dengan komunitas St Joseph’s Private School serta memimpin Misa terbuka di Katedral St Joseph pada Kamis. Perayaan Ekaristi tersebut akan dilanjutkan dengan makan malam dan sesi dialog bersama para mitra karya di aula katedral.
Pada 18 Juli, Romo Sosa akan melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur. Di sana ia akan bertemu dengan Uskup Agung Kuala Lumpur, Mgr Julian Leow Beng Kim, di Gereja St Francis Xavier, sekaligus berdialog dengan kaum muda. Ia juga akan memimpin dan menyampaikan homili dalam perayaan Misa sebelum bertemu dengan umat paroki dalam acara makan malam dan dialog. Keesokan harinya, Sosa dijadwalkan mengunjungi PERCH, sebuah rumah pemulihan di Batu Arang yang melayani para pengungsi dan pencari suaka.
Dari Malaysia, perjalanan apostolik akan berlanjut ke Thailand. Pada 21–22 Juli, Sosa akan mengikuti sidang Wilayah Jesuit Thailand di Seven Fountains Spirituality Center, Chiang Mai. Selama berada di sana, ia akan memimpin Misa, bertemu para skolastik, bruder, imam muda, serta Uskup Chiang Mai, Mgr Peter Suphot Roeksujarit. Ia juga akan mengadakan dialog informal bersama para mahasiswa Katolik.
Pada 23 Juli, Sosa akan menuju Chiang Rai untuk mengunjungi Xavier Learning Community dan bertemu dengan para siswa serta staf lembaga tersebut. Agenda kunjungannya juga mencakup pertemuan dengan Uskup Chiang Rai, Mgr Joseph Vuthilert Haelom, kunjungan ke kawasan Golden Triangle, serta memimpin Perayaan Ekaristi dalam rangka Pesta Santo Ignatius Loyola.
Setelah dari Chiang Rai, Fr Sosa akan melanjutkan perjalanan ke Bangkok. Di ibu kota Thailand itu, ia akan memimpin Misa Pesta Santo Ignatius bersama para alumni, dermawan, dan sahabat Serikat Yesus. Selain bertemu mahasiswa Katolik, para dermawan, dan sahabat Jesuit, ia juga akan menghadiri jamuan makan malam bersama komunitas Jesuit di Xavier Hall. Pada hari berikutnya, Fr Sosa dijadwalkan bertemu dengan Jesuit Refugee Service Asia Pacific serta mengunjungi Uskup Agung Bangkok, Mgr Francis Xavier Vira Arpondratana.
Bagian terakhir kunjungan apostolik akan berlangsung di Indonesia. Pada 29 Juli, Romo Sosa akan ikut berkonselebrasi dalam Misa tahbisan imam di Yogyakarta, kemudian bertemu para formator, skolastik, dan novis di Kolese Santo Ignatius (Kolsani).
Sehari kemudian, ia akan menghadiri pertemuan World Union of Jesuit Alumni.
Pada 31 Juli, bertepatan dengan Pesta Santo Ignatius Loyola, Romo Sosa akan mengunjungi Girisonta, Jawa Tengah, untuk memimpin peletakan batu pertama pembangunan Emmaus Wellness House. Dalam kesempatan tersebut, ia juga akan bertemu tim formasi novisiat dan program tersiat sebelum memimpin Misa pesta pelindung Serikat Yesus. Malam harinya, ia akan bermalam di Kuria Provinsial Jesuit di Semarang.
Selama berada di Semarang, Sosa juga akan mengunjungi PIKA, sekolah menengah kejuruan, serta Sekolah Kanisius Bandungan. Pada 2 Agustus, ia akan terbang ke Jakarta untuk mengunjungi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Gereja Katedral Jakarta dan Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara. Dalam kesempatan itu, ia juga akan bertemu dengan Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo.
Sebelum kembali ke Roma pada 3 Agustus, Romo Arturo Sosa akan menutup rangkaian kunjungan apostoliknya dengan mengunjungi Kolese Kanisius, sekolah menengah untuk putra, serta Kolese Hermanum, rumah formasi para skolastik Jesuit.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dengan komunitas Jesuit, Gereja lokal, serta berbagai karya pendidikan, sosial, dan pastoral di kawasan Asia Pasifik.
