By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Inigo WayInigo WayInigo Way
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • IGNASIANA
    IGNASIANA
    Segala hal tentang spiritualitas ignasia
    Show More
    Top News
    Jangan Bosan, Ya. Paus Sudah Pulang, Tapi Spektrum Tuhan Masih Terus Broadcast
    2 years ago
    Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
    11 months ago
    Berani Terluka Seperti Bapa Yosef
    8 months ago
    Latest News
    Jesuit College Alumni Target 5,000 Blood Units in Nationwide Donation Drive
    10 hours ago
    World Union of Jesuit Alumni President Supports Xtreme Impact Solidarity Mission in Madura
    5 days ago
    Jesuit Volunteer for Papua Ajak Anak Muda Mengabdi
    6 days ago
    Xtreme Impact: Canisius Alumni Join Social Initiative Ahead of School’s Centenary
    5 days ago
  • IDEA
    IDEAShow More
    Ziarah Batin Rosario: Mengubah Keputusasaan Menjadi Harapan
    1 month ago
    Membangun Bumi dan Langit yang Baru dari Lingkungan Kita
    1 month ago
    Calon Arang dan Batas yang Kabur antara Cinta, Kebaikan, dan Kejahatan
    2 months ago
    Tuhan Bukan Pendukung Tim Mana Pun
    4 months ago
    Menulis untuk Menghidupkan Literasi: Jejak Sunyi Angela Yurmani Giawa
    4 months ago
  • GEREJA SEMESTA
    GEREJA SEMESTAShow More
    Katekismus Laudato Si’ Tak Dicetak Ulang, Kini Tersedia dalam Edisi Digital
    1 month ago
    Paus Leo XIV Soroti Bahaya Clickbait dalam Pesan Hari Komunikasi Sosial 2027
    1 month ago
    Becoming Christ’s Influencers: Asian Digital Missionaries Called to “Whisper” Jesus
    2 months ago
    Asia’s First Catholic Digital Missionary Assembly Opens New Path for Digital Mission
    2 months ago
    Asian Digital Missionaries Urged to Move from Influencers to Witnesses
    2 months ago
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
    • SBS
    KOMUNITAS
    Show More
    Top News
    Maria Maggiore, Salus Populi Romani Sebuah Memoar Reflektif Imajinatif Bagian 1
    11 months ago
    Sapaan Lembut Sang Bunda di Fatima
    11 months ago
    Refleksi 22 Tahun Menjalani Hidup Bersama Seorang Mantan Jesuit
    1 year ago
    Latest News
    Temu Kolese 2026: Sembilan Ratusan Siswa Membuat Keributan
    3 weeks ago
    Sepuluh Tahun GC36, Jesuit Tekankan Discernment, Kolaborasi, dan Jejaring
    4 weeks ago
    Yayasan Sesawi Serah Terima Kepengurusan, Dorong Penguatan Tata Kelola dan Karya
    4 weeks ago
    100 Tahun Gereja Kota Baru, Kini Giliran Generasi Berikutnya Bekerja
    1 month ago
  • Yayasan Sesawi
    • VISI MISI YAYASAN SESAWI
    • Susunan Pengurus Yayasan
    • ALAMAT KANTOR YAYASAN SESAWI
    • DONASI untuk YAYASAN SESAWI
    • Dukung Panggilan
  • STP Bonaventura
  • AQUINAS 101
    AQUINAS 101
    Show More
    Top News
    Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
    7 months ago
    Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
    7 months ago
    Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
    7 months ago
    Latest News
    Yesus Menjanjikan Roh Kudus bagi Kita
    6 months ago
    Misteri Paskah Menurut Thomas Aquinas (Aquinas 101)
    7 months ago
    Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
    7 months ago
    Apa yang Terjadi Ketika Kita Menyantap Tubuh Kristus? (Aquinas 101)
    7 months ago
  • Dupang
Reading: Konsili Yerusalem, Sebuah Titik Balik Teologis
Share
Font ResizerAa
Inigo WayInigo Way
  • IGNASIANA
  • IDEA
  • GEREJA SEMESTA
  • YAYASAN SESAWI
  • STP BONAVENTURA
  • AQUINAS 101
Search
  • Home
  • GEREJA SEMESTA
    • Ajaran Gereja
    • Paus
    • Sejarah Gereja
    • Tradisi Gereja
  • IDEA
    • Homili
    • Refleksi
    • Renungan
    • Syair
  • IGNASIANA
    • Latihan Rohani
    • Riwayat Ignatius
    • Sahabat Ignatius
    • Surat-surat Ignatius
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Inigo Way Network. Sesawi Foundation. All Rights Reserved.
IDEARenungan

Konsili Yerusalem, Sebuah Titik Balik Teologis

Sukacita sejati bukanlah hasil dari kemenangan ideologis, tetapi buah dari kasih yang tidak memandang muka.

Gabriel Abdi Susanto
Last updated: May 21, 2025 11:12 am
By Gabriel Abdi Susanto 1 year ago
Share
4 Min Read
SHARE

KAMIS, 22 MEI 2025

Di suatu hari yang panas di Yerusalem, para rasul dan tua-tua berkumpul, tidak hanya untuk berdebat, tetapi untuk mendengarkan bisikan Roh Kudus yang menembus tradisi dan batasan manusia. Dalam Kisah Para Rasul 15, Petrus berdiri, bukan sebagai seorang pemenang debat, tetapi sebagai seorang saksi yang telah melihat dengan matanya sendiri bagaimana kasih karunia Allah melampaui batas-batas agama Yahudi, dan menjamah bangsa-bangsa lain. Bagi Petrus, seperti juga bagi kita hari ini, pertanyaannya bukan lagi “siapa yang layak”, tetapi “apakah kita berani percaya bahwa kasih Allah memang sebesar itu?”

Mazmur 96 menggemakan semangat yang sama: “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN!” seru pemazmur. Ini bukan sekadar ajakan untuk bernyanyi, melainkan seruan profetik agar umat manusia membuka hati terhadap karya Allah yang baru — karya yang menggetarkan bumi dan menembus sekat-sekat kebangsaan. Mazmur ini seperti nafas yang melegakan di tengah perdebatan, mengingatkan bahwa Allah adalah Raja atas seluruh dunia, bukan hanya atas satu bangsa.

Dalam Injil Yohanes 15, Yesus mengajak para murid — dan kita semua — untuk tinggal di dalam kasih-Nya. Ia tidak menuntut kita untuk menjadi sempurna terlebih dahulu, tetapi hanya untuk tinggal, bertahan, melekat. Gambaran ini begitu lembut dan kuat. “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikian juga Aku telah mengasihi kamu.” Di sini tidak ada ketakutan. Kasih ini bukan seperti hukum yang memaksa, melainkan seperti pelukan yang memulihkan.

Teolog Katolik Raymond E. Brown dalam The Gospel According to John (1970) menekankan bahwa kasih Yesus dalam Yohanes bukan hanya perasaan, tetapi tindakan yang berpuncak pada salib. Tinggal dalam kasih-Nya berarti juga tinggal dalam dinamika pengorbanan yang membebaskan. Kasih itu adalah sumber sukacita sejati (Yoh 15:11), bukan sekadar kepuasan duniawi.

James D. G. Dunn, dalam bukunya The Theology of Paul the Apostle (1998), melihat Konsili Yerusalem sebagai titik balik teologis: di sinilah Injil benar-benar menjadi kabar baik bagi semua. Hukum Taurat tidak lagi menjadi jalan keselamatan, karena yang menyelamatkan adalah kasih karunia melalui iman. Di sinilah terletak jantung pewartaan Kristiani: bahwa kasih dan sukacita Kristus tidak diperoleh dengan memenuhi syarat-syarat kultural, tetapi dengan hati yang terbuka pada karya Roh Kudus.

Renungan ini memanggil kita untuk melihat Gereja sebagai ruang kasih yang mempersatukan, bukan memisahkan. Di tengah zaman yang makin mudah memecah-belah atas dasar identitas, Yesus justru mengajak kita tinggal di dalam kasih, bukan hanya agar kita merasa aman, tetapi agar kita dapat mengasihi dengan bebas. Sukacita sejati bukanlah hasil dari kemenangan ideologis, tetapi buah dari kasih yang tidak memandang muka.

Dan akhirnya, seperti nyanyian baru yang dinaikkan oleh Mazmur 96, semoga hidup kita menjadi nyanyian kasih yang membebaskan — bagi yang terpinggirkan, yang ditolak, yang diragukan, dan juga bagi diri kita sendiri yang mungkin sering merasa tak cukup.


Daftar Pustaka:

  • Brown, Raymond E. The Gospel According to John I-XII. New York: Doubleday, 1970.
  • Dunn, James D. G. The Theology of Paul the Apostle. Grand Rapids: Eerdmans, 1998.
  • Wright, N. T. Paul and the Faithfulness of God. Minneapolis: Fortress Press, 2013.
  • Brueggemann, Walter. The Message of the Psalms. Minneapolis: Augsburg Publishing House, 1984.
  • Keener, Craig S. The Gospel of John: A Commentary. Peabody: Hendrickson Publishers, 2003.

You Might Also Like

Ikut Kristus Berarti Siap Disalahpahami

Sesawi (Bisa) Menjadi “Keluarga Kedua” bagi Anggotanya

Di Balik Dahsyatnya Tindakan Kecil

Dalam Keheningan, Allah Menyulam Kebangkitan

Allah Menegur Orang yang Berpuasa Namun Menindas Orang Lain

TAGGED:bangsa-bangsa lainBaroquecinta yang membebaskanGereja yang menyatukanheadlinehukum tauratimaninjil yohanesinklusivitasJames D. G. DunnKasih Allahkasih karuniaKasih Kristuskeselamatan universalKisah Para RasulKonsili YerusalemMazmur 96nyanyian barupengorbanan YesuspetrusRaymond E. Brownrenungan harianroh kudussukacita sejatiTeologi Paulustinggal dalam kasihWalter BrueggemannYohanes 15
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Share
By Gabriel Abdi Susanto
Follow:
Jurnalis, lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta
Previous Article Tinggal Dalam Dia, Berbuah Dalam Damai
Next Article Pelajaran Pahit dari Kepercayaan yang Salah Tempat
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Jesuit College Alumni Target 5,000 Blood Units in Nationwide Donation Drive
  • World Union of Jesuit Alumni President Supports Xtreme Impact Solidarity Mission in Madura
  • Jesuit Volunteer for Papua Ajak Anak Muda Mengabdi
  • Xtreme Impact: Canisius Alumni Join Social Initiative Ahead of School’s Centenary
  • Fr. Sugiyo Pitoyo, SJ, Urges De Britto Alumni to Plant Kindness as Hengki Dewanto Calls for Stronger Brotherhood and Organizational Reform

Recent Comments

  1. odemus witono on Aku Percaya Pengampunan Dosa: Dari Kegelapan Trauma Menuju Rahmat Transendental
  2. Anita on Aku Percaya Pengampunan Dosa: Dari Kegelapan Trauma Menuju Rahmat Transendental
  3. inigoway on Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
  4. Bina on Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
  5. inigoway on Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
Inigo WayInigo Way
Follow US
© 2024 Inigo Way Network. Member of Yayasan Sesawi and Paguyuban Sesawi. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?