By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Inigo WayInigo WayInigo Way
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • IGNASIANA
    IGNASIANA
    Segala hal tentang spiritualitas ignasia
    Show More
    Top News
    Jangan Bosan, Ya. Paus Sudah Pulang, Tapi Spektrum Tuhan Masih Terus Broadcast
    2 years ago
    Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
    9 months ago
    Berani Terluka Seperti Bapa Yosef
    6 months ago
    Latest News
    KPTT Salatiga Menggerakkan Safari Ekologi: Dipanggil untuk Berakar, Diutus untuk Merawat
    11 hours ago
    Membangun Bumi dan Langit yang Baru dari Lingkungan Kita
    2 days ago
    Menggambar sebagai Jalan Kebebasan: Romo Danang Belajar dari Anak-anak Pemulung
    2 weeks ago
    Berjalan Bersama Rekan Jesuit dan Awam
    2 days ago
  • IDEA
    IDEAShow More
    Membangun Bumi dan Langit yang Baru dari Lingkungan Kita
    2 days ago
    Calon Arang dan Batas yang Kabur antara Cinta, Kebaikan, dan Kejahatan
    7 days ago
    Tuhan Bukan Pendukung Tim Mana Pun
    2 months ago
    Menulis untuk Menghidupkan Literasi: Jejak Sunyi Angela Yurmani Giawa
    3 months ago
    Di Balik Banyak Peran, Selalu Ada Ruang untuk Bersyukur
    3 months ago
  • GEREJA SEMESTA
    GEREJA SEMESTAShow More
    Becoming Christ’s Influencers: Asian Digital Missionaries Called to “Whisper” Jesus
    2 weeks ago
    Asia’s First Catholic Digital Missionary Assembly Opens New Path for Digital Mission
    2 weeks ago
    Asian Digital Missionaries Urged to Move from Influencers to Witnesses
    2 weeks ago
    Relikwi Santo Petrus Tiba di Flores Timur, Menjadi Tanda Persekutuan dengan Gereja Universal
    2 months ago
    Petrus dan Paulus: dari Kerapuhan Menuju Batu Karang dan Saksi Kristus
    3 months ago
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
    • SBS
    KOMUNITAS
    Show More
    Top News
    Maria Maggiore, Salus Populi Romani Sebuah Memoar Reflektif Imajinatif Bagian 1
    10 months ago
    Sapaan Lembut Sang Bunda di Fatima
    10 months ago
    Refleksi 22 Tahun Menjalani Hidup Bersama Seorang Mantan Jesuit
    1 year ago
    Latest News
    KPTT Salatiga Menggerakkan Safari Ekologi: Dipanggil untuk Berakar, Diutus untuk Merawat
    11 hours ago
    Misa Syukur UGM 2026, Romo Tanto Ajak Mahasiswa Tidak Membawa “Tong Sampah” Luka ke Tahun Akademik Baru
    7 days ago
    Menggambar sebagai Jalan Kebebasan: Romo Danang Belajar dari Anak-anak Pemulung
    2 weeks ago
    Berjalan Bersama Rekan Jesuit dan Awam
    2 days ago
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
  • AQUINAS 101
    AQUINAS 101
    Show More
    Top News
    Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
    6 months ago
    Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
    6 months ago
    Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
    6 months ago
    Latest News
    Yesus Menjanjikan Roh Kudus bagi Kita
    4 months ago
    Misteri Paskah Menurut Thomas Aquinas (Aquinas 101)
    6 months ago
    Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
    6 months ago
    Apa yang Terjadi Ketika Kita Menyantap Tubuh Kristus? (Aquinas 101)
    6 months ago
Reading: Dan Maria Berkata, Ya
Share
Font ResizerAa
Inigo WayInigo Way
  • IGNASIANA
  • IDEA
  • GEREJA SEMESTA
  • YAYASAN SESAWI
  • STP BONAVENTURA
  • AQUINAS 101
Search
  • Home
  • GEREJA SEMESTA
    • Ajaran Gereja
    • Paus
    • Sejarah Gereja
    • Tradisi Gereja
  • IDEA
    • Homili
    • Refleksi
    • Renungan
    • Syair
  • IGNASIANA
    • Latihan Rohani
    • Riwayat Ignatius
    • Sahabat Ignatius
    • Surat-surat Ignatius
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Inigo Way Network. Sesawi Foundation. All Rights Reserved.
IDEAIGNASIANALatihan RohaniRefleksi

Dan Maria Berkata, Ya

Gabriel Abdi Susanto
Last updated: March 24, 2026 8:31 am
By Gabriel Abdi Susanto 6 months ago
Share
4 Min Read
SHARE

Rabu, 25 Maret 2026 – Hari Raya Kabar Sukacita – Bacaan: Yes. 7:10-14; 8:10 | Ibr. 10:4-10 | Luk. 1:26-38

Hari ini kita merayakan Hari Raya Kabar Sukacita, saat seorang perempuan muda dari Nazaret menerima kabar yang mengubah dunia. Bukan di istana, bukan di pusat kekuasaan, tetapi dalam kesederhanaan—Tuhan memilih untuk hadir.

Kita mulai dengan Bacaan Pertama. Nabi Yesaya menyampaikan janji: “Seorang perempuan muda akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.”

Imanuel—Allah beserta kita.

Janji ini bukan sekadar nubuat, tetapi sebuah pernyataan mendalam: Tuhan tidak tinggal jauh. Ia masuk ke dalam sejarah manusia, ke dalam keterbatasan, bahkan ke dalam kerapuhan. Lalu, surat kepada orang Ibrani mengingatkan bahwa yang berkenan kepada Tuhan bukanlah korban lahiriah semata, tetapi ketaatan: “Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.”

Di sini kita melihat bahwa keselamatan tidak lahir dari ritual kosong, tetapi dari hati yang taat. Dan ketaatan itu mencapai puncaknya dalam diri Kristus—yang datang bukan untuk kehendak-Nya sendiri, tetapi kehendak Bapa.

 “Aku Ini Hamba Tuhan” – Ruang Batin yang Terbuka

Dalam Injil, kita melihat dialog yang sangat manusiawi sekaligus ilahi. Maria terkejut. Ia bertanya. Ia tidak langsung mengerti. Namun ia tidak menutup diri.

Di titik inilah terjadi sesuatu yang sangat mendalam: sebuah kebebasan batin yang memilih untuk percaya. Bayangkan keheningan itu—saat Maria merenung dalam hatinya. Di dalam dirinya mungkin ada: kebingungan,  ketakutan, ketidakpastian tentang masa depan. Namun di tengah semua itu, ia mendengar satu suara yang lebih dalam: panggilan Tuhan.

Dalam keheningan batin, ia menimbang—bukan sekadar dengan logika, tetapi dengan hati yang terbuka. Dan akhirnya, lahirlah kata yang mengubah sejarah: “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataan-Mu.”

Ini bukan jawaban spontan. Ini adalah buah dari keberanian untuk percaya di tengah ketidakpastian. Yang menggetarkan dari peristiwa ini adalah: Tuhan tidak memaksa. Ia menunggu.

Keselamatan dunia—dalam arti tertentu—menunggu jawaban seorang manusia. Dan Maria berkata “ya”. Sebuah “ya” yang: membuka jalan bagi inkarnasi, menghadirkan Allah dalam dunia, mengubah arah sejarah manusia.

Dalam terang Spiritualitas Ignasian, perayaan kabar suka cita ini mengajak kita untuk makin mengenali Allah yang peduli pada manusia. Allah bertindak melalui kelahiran Jesus, yang lahir dari orangtua yang miskin di sebuah negeri yang dijajah. Ia mengalami nasib sebagai pengungsi. Cara penyelamatan yang dilakukan Allah berlangsung terus, dalam kekacauan hidup manusia, dalam situasi yang paling tidak adil, kejam, dan menyangkut kematian.

Allah tidak pernah absen. Tapi, kita sendiri sering terlalu sibuk dan memusatkan pikiran pada banyak hal yang tidak penting menurut ukuran Allah.

Hari ini kita diajak untuk bertanya:

  • Apa “kabar sukacita” yang Tuhan sampaikan dalam hidupku?
  • Di mana aku ragu untuk berkata “ya”?
  • Apakah aku berani percaya meski tidak memahami sepenuhnya?

Karena sering kali, Tuhan tidak meminta kita untuk mengerti semuanya. Ia hanya meminta kita untuk percaya—dan melangkah.

Doa Singkat

Tuhan,
dalam keheningan hidupku, Engkau sering berbicara. Namun aku sering ragu, takut, dan menunda. Ajarlah aku untuk memiliki hati seperti Maria—hati yang terbuka, berani, dan percaya. Berilah aku keberanian untuk berkata:
“Jadilah padaku menurut kehendak-Mu.”

Amin.

You Might Also Like

Dalam Memberi, Yang Penting Bukan Sedikit atau Banyak, Tapi…

Jumat, 27 September 2024 Pesta Santo Vinsensius a Paulo

Janji Allah Kepada Daud Adalah Janji Pada Umat Manusia

Cendekiawan Buddha Sambut Seruan Paus Leo XIV untuk Perdamaian dan Persatuan

Mereka, Meski Lemah Tapi Berani

TAGGED:consolation dan desolationdiscernment rohdoa reflektiffiat Mariahari raya kabar sukacitaheadlineIgnatius dari Loyolaiman dalam ketidakpastianImanuel Allah beserta kitaInjil Lukas 1:26-38Inkarnasi KristusKabar Sukacita Mariakarya keselamatankebebasan batinkehendak Allahketaatan imanKitab Yesaya 7:10-14Maria hamba Tuhanpanggilan Tuhanrefleksi liturgi Katolikroh kudusspiritualitas ignasianSurat kepada Orang Ibrani 10:4-10teologi inkarnasi
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Share
By Gabriel Abdi Susanto
Follow:
Jurnalis, lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta
Previous Article Memahami Misteri Tritunggal Mahakudus (Aquinas 101)
Next Article Pribadi-pribadi Ilahi Tritunggal Mahakudus (Aquinas 101)
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • KPTT Salatiga Menggerakkan Safari Ekologi: Dipanggil untuk Berakar, Diutus untuk Merawat
  • Membangun Bumi dan Langit yang Baru dari Lingkungan Kita
  • Calon Arang dan Batas yang Kabur antara Cinta, Kebaikan, dan Kejahatan
  • Misa Syukur UGM 2026, Romo Tanto Ajak Mahasiswa Tidak Membawa “Tong Sampah” Luka ke Tahun Akademik Baru
  • Becoming Christ’s Influencers: Asian Digital Missionaries Called to “Whisper” Jesus

Recent Comments

  1. odemus witono on Aku Percaya Pengampunan Dosa: Dari Kegelapan Trauma Menuju Rahmat Transendental
  2. Anita on Aku Percaya Pengampunan Dosa: Dari Kegelapan Trauma Menuju Rahmat Transendental
  3. inigoway on Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
  4. Bina on Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
  5. inigoway on Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
Inigo WayInigo Way
Follow US
© 2024 Inigo Way Network. Member of Yayasan Sesawi and Paguyuban Sesawi. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?