By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Inigo WayInigo WayInigo Way
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • IGNASIANA
    IGNASIANA
    Segala hal tentang spiritualitas ignasia
    Show More
    Top News
    Jangan Bosan, Ya. Paus Sudah Pulang, Tapi Spektrum Tuhan Masih Terus Broadcast
    2 years ago
    Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
    8 months ago
    Romo Hari Juliawan SJ: Tanpa Spiritualitas, Hidup dan Perkawinan Hanya Akan “Menggelinding Begitu Saja”
    8 months ago
    Latest News
    From the City of Students to the City of Industry: What Does WUJA 2026 Mean for Us?
    6 days ago
    WUJA 2026 Committee Recollection: From Fraternity to a Movement of Alumni Making an Impact
    7 days ago
    Jesuit Alumni Urged to Move from Environmental Awareness to Concrete Action
    3 weeks ago
    Identity Must Become a Compass for Action, UASIALAC President Tells WUJA XI Congress
    3 weeks ago
  • IDEA
    IDEAShow More
    Tuhan Bukan Pendukung Tim Mana Pun
    1 month ago
    Menulis untuk Menghidupkan Literasi: Jejak Sunyi Angela Yurmani Giawa
    2 months ago
    Di Balik Banyak Peran, Selalu Ada Ruang untuk Bersyukur
    2 months ago
    Petrus dan Paulus: dari Kerapuhan Menuju Batu Karang dan Saksi Kristus
    2 months ago
    Samudra Pelayanan: Menemukan Jiwa dalam Sabar, Tekun, Proses, dan Mengalir
    2 months ago
  • GEREJA SEMESTA
    GEREJA SEMESTAShow More
    Relikwi Santo Petrus Tiba di Flores Timur, Menjadi Tanda Persekutuan dengan Gereja Universal
    3 weeks ago
    Petrus dan Paulus: dari Kerapuhan Menuju Batu Karang dan Saksi Kristus
    2 months ago
    Keteladanan Santo Oliver Plunkett dalam Membangun Kepemimpinan Pelayanan
    3 months ago
    Menjadi Teladan di Tengah Umat: Belajar dari Timotius dan Gereja Masa Kini
    3 months ago
    St. Petrus: Kepemimpinan yang Berlandaskan Iman, Keberanian, dan Pelayanan
    3 months ago
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
    • SBS
    KOMUNITAS
    Show More
    Top News
    Maria Maggiore, Salus Populi Romani Sebuah Memoar Reflektif Imajinatif Bagian 1
    9 months ago
    Sapaan Lembut Sang Bunda di Fatima
    9 months ago
    Refleksi 22 Tahun Menjalani Hidup Bersama Seorang Mantan Jesuit
    1 year ago
    Latest News
    From the City of Students to the City of Industry: What Does WUJA 2026 Mean for Us?
    6 days ago
    WUJA 2026 Committee Recollection: From Fraternity to a Movement of Alumni Making an Impact
    7 days ago
    Jesuit Alumni Urged to Move from Environmental Awareness to Concrete Action
    3 weeks ago
    Identity Must Become a Compass for Action, UASIALAC President Tells WUJA XI Congress
    3 weeks ago
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
  • AQUINAS 101
    AQUINAS 101
    Show More
    Top News
    Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
    5 months ago
    Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
    5 months ago
    Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
    5 months ago
    Latest News
    Yesus Menjanjikan Roh Kudus bagi Kita
    3 months ago
    Misteri Paskah Menurut Thomas Aquinas (Aquinas 101)
    5 months ago
    Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
    5 months ago
    Apa yang Terjadi Ketika Kita Menyantap Tubuh Kristus? (Aquinas 101)
    5 months ago
Reading: Doa Bukanlah untuk Mengubah Kehendak Tuhan, Tapi Mengubah Hati Kita Agar Selaras dengan kehendak-Nya
Share
Font ResizerAa
Inigo WayInigo Way
  • IGNASIANA
  • IDEA
  • GEREJA SEMESTA
  • YAYASAN SESAWI
  • STP BONAVENTURA
  • AQUINAS 101
Search
  • Home
  • GEREJA SEMESTA
    • Ajaran Gereja
    • Paus
    • Sejarah Gereja
    • Tradisi Gereja
  • IDEA
    • Homili
    • Refleksi
    • Renungan
    • Syair
  • IGNASIANA
    • Latihan Rohani
    • Riwayat Ignatius
    • Sahabat Ignatius
    • Surat-surat Ignatius
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Inigo Way Network. Sesawi Foundation. All Rights Reserved.
IDEARenungan

Doa Bukanlah untuk Mengubah Kehendak Tuhan, Tapi Mengubah Hati Kita Agar Selaras dengan kehendak-Nya

Dua bacaan ini, meskipun tampaknya berbeda, sebenarnya saling melengkapi. 3 Yohanes 1:5-8 mengajarkan kita tentang kasih yang berwujud dalam tindakan nyata, sementara Lukas 18:1-8 mengingatkan kita tentang ketekunan dalam doa.

Gabriel Abdi Susanto
Last updated: November 15, 2024 12:54 pm
By Gabriel Abdi Susanto 2 years ago
Share
6 Min Read
SHARE

Sabtu, 16 November 2024

Dalam 3 Yohanes 1:5-8, kita diajak untuk merenungkan kesetiaan dalam tindakan kasih kepada saudara seiman dan pengunjung yang datang. Penulis, yang dipercaya sebagai Rasul Yohanes, memuji seorang yang bernama Gayus atas komitmennya dalam menunjukkan kasih dan keramahan kepada para misionaris yang datang ke kotanya. Gayus melayani dengan penuh pengorbanan, walaupun mungkin tidak mengenal mereka secara pribadi. Yohanes mengajak kita untuk tidak hanya beriman melalui kata-kata, tetapi juga melalui perbuatan nyata yang menunjukkan kasih Kristus kepada sesama.

Menurut para ahli tafsir Katolik, perikop ini menyoroti pentingnya hospitalitas Kristiani, yakni sebuah panggilan untuk menyambut orang lain tanpa syarat. Katekismus Gereja Katolik (KGK 2447) mengajarkan bahwa tindakan belas kasih rohani, termasuk menghibur orang asing dan memberi mereka tempat tinggal, merupakan bagian penting dari hidup sebagai orang Kristiani. Santo Agustinus menekankan bahwa kebaikan hati yang terlihat dalam pelayanan dan hospitalitas adalah bentuk nyata dari iman yang hidup. Hal ini menjadi salah satu tanda yang membuat orang Kristen berbeda, sebab mereka dipanggil untuk mencintai, termasuk pada orang asing.

Dalam Injil Lukas 18:1-8, Yesus memberikan perumpamaan tentang seorang janda yang terus menerus datang kepada hakim yang tidak adil, memohon keadilan. Karena ketekunan dan kegigihannya, hakim akhirnya menyerah dan memberikan keadilan yang dimintanya. Yesus mengajarkan pentingnya ketekunan dalam doa, bahwa kita tidak boleh patah semangat ketika berdoa. Ini bukan berarti Tuhan seperti hakim yang tidak peduli, tetapi Yesus ingin menunjukkan bahwa Tuhan yang penuh kasih jauh lebih akan mendengarkan doa umat-Nya yang gigih.

Teolog seperti Santo Yohanes Krisostomus, menekankan bahwa perumpamaan ini menunjukkan bahwa doa bukanlah cara untuk mengubah kehendak Tuhan, melainkan untuk mengubah hati kita sendiri agar selaras dengan kehendak-Nya. Doa yang gigih mengasah kesabaran dan iman kita, memperkuat kepercayaan bahwa Tuhan, pada waktu yang tepat, akan menjawab setiap doa dengan cara yang terbaik bagi kita.

Dua bacaan ini, meskipun tampaknya berbeda, sebenarnya saling melengkapi. 3 Yohanes 1:5-8 mengajarkan kita tentang kasih yang berwujud dalam tindakan nyata, sementara Lukas 18:1-8 mengingatkan kita tentang ketekunan dalam doa. Tindakan kasih dan doa yang gigih adalah dua pilar kehidupan Kristiani yang tidak bisa dipisahkan. Kita dipanggil untuk setia dalam kasih, seperti Gayus, namun juga harus selalu gigih dalam doa, seperti janda dalam perumpamaan Yesus. Kedua kualitas ini menuntun kita untuk hidup sebagai orang Kristen yang aktif dan kontemplatif—bekerja dengan kasih sekaligus mengandalkan kekuatan doa.

Seorang teolog kontemporer, Henri Nouwen, menyatakan bahwa tindakan kasih dan doa adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Tanpa tindakan, doa bisa menjadi kosong. Tanpa doa, tindakan bisa kehilangan arah. Kasih sejati lahir dari doa yang mendalam, dan doa yang tulus termanifestasi dalam tindakan kasih yang nyata.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mempraktikkan kasih yang nyata melalui tindakan kecil: menawarkan bantuan kepada tetangga yang membutuhkan, menyediakan waktu mendengarkan mereka yang kesepian, atau mendukung pelayanan sosial di komunitas kita. Semua tindakan ini memerlukan ketulusan hati yang dihasilkan dari hubungan yang erat dengan Tuhan melalui doa. Ketika kita menghadapi tantangan dalam pelayanan, doa menjadi sumber kekuatan untuk tetap setia dan tidak menyerah.

Seperti Gayus yang menyambut tamu tanpa mengenal mereka, atau seperti janda yang terus berdoa meski menghadapi penolakan, kita pun dipanggil untuk hidup dalam kasih dan doa yang konsisten. Tuhan tidak hanya menuntut iman yang bersemangat, tetapi juga komitmen untuk menghidupi iman itu dalam tindakan yang sederhana dan dalam doa yang tak pernah putus. Sebab, di dalam kesetiaan itulah, kasih Tuhan yang tak terbatas dapat dilihat dan dirasakan oleh dunia.

Dari dua bacaan ini, kita diingatkan bahwa kesetiaan pada panggilan kasih dan ketekunan dalam doa adalah jalan menuju pemenuhan kehendak Tuhan. Seperti halnya Gayus dan janda yang gigih, kita diajak untuk tetap setia dalam hal-hal kecil, meyakini bahwa setiap tindakan kasih dan setiap doa yang kita panjatkan tidak pernah sia-sia. Mereka adalah bagian dari kisah besar Tuhan yang sedang Dia tulis melalui hidup kita.

Marilah kita terus mengasihi dalam tindakan nyata dan bertekun dalam doa, yakin bahwa Tuhan selalu mendengar dan menanggapi kita dengan kasih yang melampaui segala harapan.

Daftar Pustaka

Lembaga Alkitab Indonesia. (2002). Alkitab (Terjemahan Baru). Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia.

Gereja Katolik. (1995). Katekismus Gereja Katolik. Jakarta: Obor.

Nouwen, H. J. M. (2006). The Way of the Heart: Connecting with God Through Prayer, Wisdom, and Silence. San Francisco: HarperOne.

Augustine of Hippo. (2008). Confessions. Oxford: Oxford University Press.

Chrysostom, John. (1999). On Wealth and Poverty. Crestwood, NY: St. Vladimir’s Seminary Press.

Magnus, R. P., & McGee, W. G. (1998). The Gospel of Luke: A Catholic Commentary. New York: Paulist Press.

Brown, R. E. (1997). An Introduction to the New Testament. New York: Doubleday.

Green, J. B. (1997). The Gospel of Luke. Grand Rapids, MI: Eerdmans.

Collins, R. F. (2005). 1, 2, and 3 John: A Commentary. Collegeville, MN: Liturgical Press.

Durrwell, F.-X. (1987). The Community of Believers in the New Testament. New York: Paulist Press.

You Might Also Like

Bertindak Melampaui Aturan

Rabu, 18 September Pekan Biasa XXIV

Bila Iman Kehilangan Makna

STP St. Bonaventura: Dies Natalis ke-19 di Jalan Menuju Damsyik, Menjadi Peziarah Pengharapan di Tengah Dunia

Keselamatan Tak Boleh Dipersempit oleh Aturan Lahiriah

TAGGED:doagayuskehendak Tuhanmengubah hatipaulusTuhan
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Share
By Gabriel Abdi Susanto
Follow:
Jurnalis, lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta
Previous Article Lelang Lukisan Karya Rm. Danang Bramasti, SJ
Next Article Berani Menghadapi Ketidakpastian
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • From the City of Students to the City of Industry: What Does WUJA 2026 Mean for Us?
  • WUJA 2026 Committee Recollection: From Fraternity to a Movement of Alumni Making an Impact
  • Jesuit Alumni Urged to Move from Environmental Awareness to Concrete Action
  • Identity Must Become a Compass for Action, UASIALAC President Tells WUJA XI Congress
  • WUJA XI Calls on Jesuit Alumni Worldwide to Rediscover Their Shared Identity as the Foundation for Global Action

Recent Comments

  1. inigoway on Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
  2. Bina on Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
  3. inigoway on Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
  4. Febry Silaban on Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
  5. eugenius laluur on Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
Inigo WayInigo Way
Follow US
© 2024 Inigo Way Network. Member of Yayasan Sesawi and Paguyuban Sesawi. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?