By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Inigo WayInigo WayInigo Way
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • IGNASIANA
    IGNASIANA
    Segala hal tentang spiritualitas ignasia
    Show More
    Top News
    Jangan Bosan, Ya. Paus Sudah Pulang, Tapi Spektrum Tuhan Masih Terus Broadcast
    2 years ago
    Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
    9 months ago
    Romo Hari Juliawan SJ: Tanpa Spiritualitas, Hidup dan Perkawinan Hanya Akan “Menggelinding Begitu Saja”
    9 months ago
    Latest News
    Berjalan Bersama Rekan Jesuit dan Awam
    4 hours ago
    From the City of Students to the City of Industry: What Does WUJA 2026 Mean for Us?
    3 weeks ago
    WUJA 2026 Committee Recollection: From Fraternity to a Movement of Alumni Making an Impact
    3 weeks ago
    Jesuit Alumni Urged to Move from Environmental Awareness to Concrete Action
    1 month ago
  • IDEA
    IDEAShow More
    Tuhan Bukan Pendukung Tim Mana Pun
    2 months ago
    Menulis untuk Menghidupkan Literasi: Jejak Sunyi Angela Yurmani Giawa
    2 months ago
    Di Balik Banyak Peran, Selalu Ada Ruang untuk Bersyukur
    2 months ago
    Petrus dan Paulus: dari Kerapuhan Menuju Batu Karang dan Saksi Kristus
    2 months ago
    Samudra Pelayanan: Menemukan Jiwa dalam Sabar, Tekun, Proses, dan Mengalir
    2 months ago
  • GEREJA SEMESTA
    GEREJA SEMESTAShow More
    Relikwi Santo Petrus Tiba di Flores Timur, Menjadi Tanda Persekutuan dengan Gereja Universal
    1 month ago
    Petrus dan Paulus: dari Kerapuhan Menuju Batu Karang dan Saksi Kristus
    2 months ago
    Keteladanan Santo Oliver Plunkett dalam Membangun Kepemimpinan Pelayanan
    3 months ago
    Menjadi Teladan di Tengah Umat: Belajar dari Timotius dan Gereja Masa Kini
    3 months ago
    St. Petrus: Kepemimpinan yang Berlandaskan Iman, Keberanian, dan Pelayanan
    3 months ago
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
    • SBS
    KOMUNITAS
    Show More
    Top News
    Maria Maggiore, Salus Populi Romani Sebuah Memoar Reflektif Imajinatif Bagian 1
    9 months ago
    Sapaan Lembut Sang Bunda di Fatima
    9 months ago
    Refleksi 22 Tahun Menjalani Hidup Bersama Seorang Mantan Jesuit
    1 year ago
    Latest News
    Berjalan Bersama Rekan Jesuit dan Awam
    4 hours ago
    Yayasan Kanisius Magelang Dorong Siswa Berani Menembus Sekolah Berkualitas
    1 week ago
    Aku Percaya Pengampunan Dosa: Dari Kegelapan Trauma Menuju Rahmat Transendental
    1 week ago
    From the City of Students to the City of Industry: What Does WUJA 2026 Mean for Us?
    3 weeks ago
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
  • AQUINAS 101
    AQUINAS 101
    Show More
    Top News
    Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
    5 months ago
    Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
    5 months ago
    Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
    6 months ago
    Latest News
    Yesus Menjanjikan Roh Kudus bagi Kita
    4 months ago
    Misteri Paskah Menurut Thomas Aquinas (Aquinas 101)
    5 months ago
    Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
    5 months ago
    Apa yang Terjadi Ketika Kita Menyantap Tubuh Kristus? (Aquinas 101)
    5 months ago
Reading: Berjalan Bersama Rekan Jesuit dan Awam
Share
Font ResizerAa
Inigo WayInigo Way
  • IGNASIANA
  • IDEA
  • GEREJA SEMESTA
  • YAYASAN SESAWI
  • STP BONAVENTURA
  • AQUINAS 101
Search
  • Home
  • GEREJA SEMESTA
    • Ajaran Gereja
    • Paus
    • Sejarah Gereja
    • Tradisi Gereja
  • IDEA
    • Homili
    • Refleksi
    • Renungan
    • Syair
  • IGNASIANA
    • Latihan Rohani
    • Riwayat Ignatius
    • Sahabat Ignatius
    • Surat-surat Ignatius
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Inigo Way Network. Sesawi Foundation. All Rights Reserved.
IGNASIANAKOMUNITASSahabat IgnatiusThe Jesuits

Berjalan Bersama Rekan Jesuit dan Awam

inigoway
Last updated: September 6, 2026 5:16 am
By inigoway 4 hours ago
Share
6 Min Read
SHARE

Penulis: Romo Odemus Bei Witono SJ, Direktur Perkumpulan Strada

Perjalanan saya sebagai seorang Jesuit membawa saya menyusuri jengkal-jengkal wilayah yang sangat kontras—mulai dari derap langkah pelayanan yang bersahaja di pedalaman Nabire, waktu itu masuk Provinsi Papua, hingga dinamika kehidupan perkotaan yang melaju cepat di Jakarta. Di tanah Papua, saya menyaksikan bagaimana rekan-rekan awam bekerja dengan dedikasi total di tengah keterbatasan sarana, menjaga nyala harapan dan iman masyarakat lokal.

Sementara di Jakarta, di tengah bentang lanskap profesional yang kompleks, saya kembali berjumpa dengan para awam yang mendedikasikan waktu, pikiran, dan bakat terbaik mereka demi karya-karya Kerasulan Serikat Jesus. Dari pulau ke pulau, dari perbatasan hingga pusat kota, ada satu benang merah mendasar yang terus saya temui: Serikat Jesus tidak pernah dan tidak bisa berjalan sendirian.

Kolaborasi dengan awam bukanlah sekadar strategi darurat untuk mengatasi berkurangnya jumlah imam Jesuit. Lebih dari itu, kolaborasi adalah panggilan teologis dan konversi rohani.

Bagi saya pribadi, serta bagi siapa pun yang berkarya dalam lingkup Ignasian, semangat ini dibentuk dan dituntun oleh warisan pemikiran dua Superior Jenderal Serikat Jesus: Pater Peter-Hans Kolvenbach, SJ dan Pater Adolfo Nicolás, SJ.

Pelajaran dari para Superior Jenderal: Rekan Misi, Bukan Sekadar Pembantu

Dalam Kongregasi Jenderal ke-34 pada tahun 1995, Pater Peter-Hans Kolvenbach memelopori pengakuan tegas bahwa kemitraan dengan awam adalah perahmatan pada zaman kita dan harapan untuk masa depan. Kolvenbach menggeser paradigma lama secara mendasar. Rekan-rekan awam tidak lagi dipandang sebagai sekadar pembantu karya Jesuit, melainkan mitra yang berbagi tanggung jawab penuh atas Misi Kristus (co-responsibility).

Beliau mengingatkan kita bahwa martabat pembaptisan memberi setiap orang awam peran yang sangat krusial dalam perutusan Gereja.

Landasan teologis tersebut kemudian diperdalam oleh Pater Adolfo Nicolás. Melalui sudut pandang missioner yang segar, Pater Nicolás menekankan konsep Missio Dei, yaitu pemahaman bahwa misi adalah milik Allah sendiri. Allah sudah bekerja di dalam dunia dan di hati setiap manusia jauh sebelum para Jesuit tiba di suatu tempat.

Oleh karena itu, kita para Jesuit tidak mendominasi Misi Allah; kita justru dipanggil menjadi kolaborator bersama awam untuk mendengarkan dan menemukan tempat di mana Allah sedang bekerja. Pater Nicolás juga mewanti-wanti kita agar terhindar dari bahaya globalisasi kedangkalan.

Beliau mengajak para Jesuit dan mitra awam untuk mengolah kedalaman rohani, berpikir kritis, serta berani keluar dari zona nyaman agar pelayanan yang diberikan benar-benar menyentuh akar persoalan manusia modern.

Merajut Tiga Pilar: Mengenali, Merawat, dan Mengembangkan

Pengalaman bermitra secara langsung di lapangan—baik bersama para guru, penggerak komunitas, hingga para profesional—menunjukkan bahwa menjaga nyala api kebanggaan dan kebersamaan ini memerlukan langkah-langkah nyata yang saling berkaitan.

Proses tersebut selalu dimulai dengan keberanian untuk mengenali. Mengenali berarti melihat rekan awam bukan sebagai sekadar tenaga kerja, melainkan sebagai pribadi yang dipanggil oleh Allah dengan karisma dan keahlian unik mereka. Hal ini terwujud ketika kita berani membuka ruang diskresi bersama, mengajak rekan awam masuk ke dalam proses pembedaan roh (discernment) dan pengambilan keputusan, bukan sekadar meminta mereka mengeksekusi keputusan yang telah dibuat oleh para Jesuit.

Selain itu, mengenali juga menuntut kita untuk menghargai kepemimpinan awam dengan memberi kepercayaan penuh kepada mereka untuk menduduki posisi-posisi strategis dalam lembaga pendidikan dan kerasulan.

Selanjutnya, kebanggaan dan rasa kepemilikan terhadap Misi Ignasian perlu dirawat secara berkelanjutan melalui proses formasi yang utuh. Formasi nilai-nilai Ignasian, seperti pendampingan spiritual, retret, atau latihan rohani yang disesuaikan dengan konteks hidup awam, sangat penting untuk diberikan.

Saat para guru dan staf memahami konsep Magis, Cura Personalis, dan prinsip Men and Women for and with Others, kerja harian mereka di dalam kelas berubah dari sekadar profesi menjadi sebuah panggilan hidup.

Namun demikian, merawat tidak hanya berhenti pada pembinaan rohani; merawat juga berarti memperhatikan keadilan sosial dan kesejahteraan para mitra kerja secara layak. Kebanggaan Kerasulan Jesuit harus tercermin secara nyata dalam tata kelola lembaga yang adil dan humanistis.

Akhirnya, semangat kebersamaan ini harus dikembangkan dengan memberi ruang agar mitra awam dapat berinovasi dan membawa pemikiran-pemikiran baru yang relevan dengan zaman.

Pemberian otonomi yang bertanggung jawab memungkinkan guru dan staf memiliki kebebasan kreatif untuk mengolah metode pembelajaran, riset, atau pelayanan sosial berbasis konteks lokal mereka—seperti yang saya alami saat belajar banyak dari kearifan lokal masyarakat di Nabire.

Di saat yang sama, kita perlu mendorong lahirnya kelompok-kelompok berbagi iman di tempat kerja, sehingga hubungan kerja tidak bersifat mekanis, melainkan bertransformasi menjadi sebuah komunitas pertemanan dalam Tuhan (apostolic community of friends in the Lord).

Menatap Masa Depan Kebersamaan

Mengembangkan semangat dan kebanggaan guru serta kolaborator Jesuit pada akhirnya bukan soal mempertahankan keberlangsungan institusi atau melanggengkan nama besar Jesuit. Ini adalah soal merawat perutusan Injil secara nyata di tengah dunia.

Ketika seorang guru di Nabire dengan gigih mengajar anak-anak di pedalaman, atau ketika seorang pendidik dan staf di Jakarta berjuang membentuk generasi muda yang cerdas serta berhati nurani, di sanalah Missio Dei hadir dan bekerja.

Sebagai seorang Jesuit, saya bersyukur dan bangga boleh berjalan bersama para awam. Pembelajaran berharga dari Pater Kolvenbach dan Pater Nicolás terus meneguhkan kita semua bahwa kebanggaan sejati seorang kolaborator Jesuit bukanlah karena bekerja untuk Serikat Jesus, melainkan karena berjalan bersama Kristus dalam melayani dunia.

You Might Also Like

Jadilah KehendakMu atau Kehendakku?

Orang Beriman Tidak Menyangkal Dunia, Tapi…

Robert Francis Prevost, O.S.A.: Dari Misionaris Peru Menjadi Uskup Roma ke-267

Dan Maria Berkata, Ya

Kebaikan Sering Menjadi Sasaran Kebencian

TAGGED:Adolfo Nicolás SJapostolic community of friends in the LordCo-responsibilitycura personalisdiscernmentformasi IgnasianguruheadlinejakartaJesuit dan awamkepemimpinan awamKerasulan JesuitKolaborasi Jesuitkolaborator Jesuitkomunitas imanKongregasi Jenderal ke-34magismasa depan Serikat JesusMen and Women for and with Othersmisi GerejaMisi KristusMissio DeiNabirePapuapelayanan gerejapembedaan rohpendidikanpendidikan Jesuitperan awamperutusan InjilPeter-Hans Kolvenbach SJrekan misiserikat jesusspiritualitas ignasianspiritualitas Jesuit
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Share
Previous Article Yayasan Kanisius Magelang Dorong Siswa Berani Menembus Sekolah Berkualitas
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Berjalan Bersama Rekan Jesuit dan Awam
  • Yayasan Kanisius Magelang Dorong Siswa Berani Menembus Sekolah Berkualitas
  • Aku Percaya Pengampunan Dosa: Dari Kegelapan Trauma Menuju Rahmat Transendental
  • From the City of Students to the City of Industry: What Does WUJA 2026 Mean for Us?
  • WUJA 2026 Committee Recollection: From Fraternity to a Movement of Alumni Making an Impact

Recent Comments

  1. Anita on Aku Percaya Pengampunan Dosa: Dari Kegelapan Trauma Menuju Rahmat Transendental
  2. inigoway on Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
  3. Bina on Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
  4. inigoway on Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
  5. Febry Silaban on Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
Inigo WayInigo Way
Follow US
© 2024 Inigo Way Network. Member of Yayasan Sesawi and Paguyuban Sesawi. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?