Rm Hari Juliawan SJ akan mengemban tugas baru di Kuria Jenderal Serikat Jesus di Roma mulai Juni 2027. Penunjukan ini menempatkannya dalam jajaran penasihat Jenderal Serikat Jesus sekaligus sebagai penghubung wilayah Asia Pasifik dengan kepemimpinan pusat Serikat Jesus.
Serikat Jesus menunjuk Rm Benedictus Hari Juliawan SJ sebagai General Counsellor sekaligus Asisten Regional untuk wilayah Asia Pasifik. Penunjukan dilakukan oleh Jenderal Serikat Jesus, Rm Arturo Sosa SJ, pada 2 November 2026, dan akan mulai berlaku pada 1 Juni 2027.
Rm Hari Juliawan akan menggantikan Rm José Magadia SJ, yang telah bertugas di Kuria Jenderal Serikat Jesus sejak 2013. Rm Magadia sebelumnya menjabat General Counsellor untuk bidang Formasi selama lima tahun, kemudian menjadi General Counsellor dan Asisten Regional Asia Pasifik selama lebih dari tujuh tahun.
Penunjukan ini membawa Rm Hari Juliawan ke pusat pemerintahan Serikat Jesus di Roma. Ia akan menjalankan tugas yang tidak hanya berkaitan dengan pemberian nasihat kepada Jenderal, tetapi juga menjembatani komunikasi dan proses pengambilan keputusan antara kepemimpinan pusat dan para Jesuit di kawasan Asia Pasifik.
Menurut penjelasan Rm Riyo Mursanto SJ, mantan Provinsial Serikat Jesus Provinsi Indonesia, struktur kepemimpinan pusat Serikat Jesus memiliki beberapa lapisan penasihat dan asisten yang bekerja bersama Jenderal.
Dalam struktur tersebut, General Counsellors mencakup para penasihat yang membantu Jenderal dalam berbagai bidang, termasuk para Asisten Regional yang mewakili wilayah-wilayah geografis Serikat Jesus di dunia.
Asisten Regional Asia Pasifik bertugas menghubungkan berbagai urusan dari wilayahnya dengan Jenderal Serikat Jesus. Surat dan laporan dari wilayah disiapkan untuk kemudian ditanggapi oleh Jenderal. Peran ini juga mencakup pendampingan dalam proses penentuan kepemimpinan di tingkat provinsi.
Romo Riyo menjelaskan bahwa ketika sebuah provinsi hendak memilih provinsial baru, Asisten Regional dapat mengunjungi komunitas-komunitas, bertemu secara pribadi dengan para Jesuit, serta mendengarkan usulan dan pertimbangan mereka.
Proses tersebut dilanjutkan melalui konsultasi dengan para superior komunitas dan jajaran provinsialat untuk mengerucutkan nama-nama calon. Provinsial kemudian mengirimkan tiga nama kepada Jenderal Serikat Jesus, yang akan menentukan satu orang untuk memimpin provinsi tersebut. Urutan nama dalam daftar tidak mengikat keputusan Jenderal.
Dengan demikian, tugas Asisten Regional bukan sekadar meneruskan surat atau menjalankan administrasi. Ia juga terlibat dalam proses mendengarkan, konsultasi, dan discernment yang menjadi bagian penting dari tata kelola Serikat Jesus.
Di tingkat kawasan, Asisten Regional juga menghadiri pertemuan Konferensi Provinsial Asia Pasifik yang berlangsung dua kali dalam setahun. Dalam forum tersebut, ia menjadi penghubung antara Kuria Jenderal dan para pemimpin Serikat Jesus di kawasan.
Asisten Regional juga mendampingi Jenderal ketika melakukan kunjungan ke wilayahnya. Salah satu agenda mendatang adalah Kongregasi Prokurator yang direncanakan berlangsung di Klaten pada Oktober 2027. Dalam agenda tersebut, Romo Hari Juliawan akan menjalankan perannya sebagai Asisten Regional Asia Pasifik.
Dari pelayanan sosial menuju kepemimpinan global
Rm Hari Juliawan lahir pada 1975 dan bergabung dengan Serikat Jesus pada 1994. Ia ditahbiskan menjadi imam pada 2005 dan mengikrarkan kaul akhir pada 2019.
Setelah menyelesaikan studi doktoral di Oxford, ia menjalankan berbagai pelayanan dalam bidang analisis sosial, baik di tingkat lokal maupun di lingkungan Konferensi Serikat Jesus Asia Pasifik.
Ia pernah bekerja bersama Jesuit Refugee Service (JRS) dan mengajar di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Pada 2020, ia mulai menjabat Provinsial Serikat Jesus Provinsi Indonesia, dan mengakhiri masa tugasnya pada 2026.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pelayanannya sebelum menerima tanggung jawab baru di tingkat internasional.
Sebagai General Counsellor dan Asisten Regional Asia Pasifik, Rm Hari Juliawan akan bekerja bersama Jenderal Serikat Jesus dan jajaran Kuria Jenderal di Roma. Tanggung jawabnya mencakup pemberian nasihat kepada Jenderal sekaligus menjembatani kebutuhan, perkembangan, dan proses pengambilan keputusan di kawasan Asia Pasifik.
Penunjukan ini sekaligus menempatkan seorang Jesuit Indonesia dalam struktur kepemimpinan pusat Serikat Jesus, dengan tanggung jawab yang mencakup pelayanan kepada seluruh kawasan Asia Pasifik.

