By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Inigo WayInigo WayInigo Way
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • IGNASIANA
    IGNASIANA
    Segala hal tentang spiritualitas ignasia
    Show More
    Top News
    Jangan Bosan, Ya. Paus Sudah Pulang, Tapi Spektrum Tuhan Masih Terus Broadcast
    2 years ago
    Latihan Rohani Ignasian: Warisan Gereja dan Sekolah Diskresi bagi Semua
    8 months ago
    Berani Terluka Seperti Bapa Yosef
    5 months ago
    Latest News
    Jesuit Alumni Urged to Move from Environmental Awareness to Concrete Action
    1 week ago
    Identity Must Become a Compass for Action, UASIALAC President Tells WUJA XI Congress
    1 week ago
    WUJA XI Calls on Jesuit Alumni Worldwide to Rediscover Their Shared Identity as the Foundation for Global Action
    1 week ago
    From Gathering to Sending: WUJA XI Ends, Leaving Jesuit Alumni with a Global Mission for Humanity
    2 weeks ago
  • IDEA
    IDEAShow More
    Tuhan Bukan Pendukung Tim Mana Pun
    4 weeks ago
    Menulis untuk Menghidupkan Literasi: Jejak Sunyi Angela Yurmani Giawa
    1 month ago
    Di Balik Banyak Peran, Selalu Ada Ruang untuk Bersyukur
    1 month ago
    Petrus dan Paulus: dari Kerapuhan Menuju Batu Karang dan Saksi Kristus
    2 months ago
    Samudra Pelayanan: Menemukan Jiwa dalam Sabar, Tekun, Proses, dan Mengalir
    2 months ago
  • GEREJA SEMESTA
    GEREJA SEMESTAShow More
    Relikwi Santo Petrus Tiba di Flores Timur, Menjadi Tanda Persekutuan dengan Gereja Universal
    1 week ago
    Petrus dan Paulus: dari Kerapuhan Menuju Batu Karang dan Saksi Kristus
    2 months ago
    Keteladanan Santo Oliver Plunkett dalam Membangun Kepemimpinan Pelayanan
    2 months ago
    Menjadi Teladan di Tengah Umat: Belajar dari Timotius dan Gereja Masa Kini
    2 months ago
    St. Petrus: Kepemimpinan yang Berlandaskan Iman, Keberanian, dan Pelayanan
    2 months ago
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
    • SBS
    KOMUNITAS
    Show More
    Top News
    Maria Maggiore, Salus Populi Romani Sebuah Memoar Reflektif Imajinatif Bagian 1
    9 months ago
    Sapaan Lembut Sang Bunda di Fatima
    9 months ago
    Refleksi 22 Tahun Menjalani Hidup Bersama Seorang Mantan Jesuit
    1 year ago
    Latest News
    Jesuit Alumni Urged to Move from Environmental Awareness to Concrete Action
    1 week ago
    Identity Must Become a Compass for Action, UASIALAC President Tells WUJA XI Congress
    1 week ago
    WUJA XI Calls on Jesuit Alumni Worldwide to Rediscover Their Shared Identity as the Foundation for Global Action
    1 week ago
    From Gathering to Sending: WUJA XI Ends, Leaving Jesuit Alumni with a Global Mission for Humanity
    2 weeks ago
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
  • AQUINAS 101
    AQUINAS 101
    Show More
    Top News
    Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
    4 months ago
    Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
    5 months ago
    Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
    5 months ago
    Latest News
    Yesus Menjanjikan Roh Kudus bagi Kita
    3 months ago
    Misteri Paskah Menurut Thomas Aquinas (Aquinas 101)
    4 months ago
    Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
    4 months ago
    Apa yang Terjadi Ketika Kita Menyantap Tubuh Kristus? (Aquinas 101)
    4 months ago
Reading: Percikan Rumah di Stasi Santo Paulus Bukit Tinggi: Iman yang Dihidupi dalam Kebersamaan
Share
Font ResizerAa
Inigo WayInigo Way
  • IGNASIANA
  • IDEA
  • GEREJA SEMESTA
  • YAYASAN SESAWI
  • STP BONAVENTURA
  • AQUINAS 101
Search
  • Home
  • GEREJA SEMESTA
    • Ajaran Gereja
    • Paus
    • Sejarah Gereja
    • Tradisi Gereja
  • IDEA
    • Homili
    • Refleksi
    • Renungan
    • Syair
  • IGNASIANA
    • Latihan Rohani
    • Riwayat Ignatius
    • Sahabat Ignatius
    • Surat-surat Ignatius
  • KOMUNITAS
    • The Jesuits
    • Paguyuban Sesawi
  • Yayasan Sesawi
  • STP Bonaventura
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Inigo Way Network. Sesawi Foundation. All Rights Reserved.
BONAVENTURA

Percikan Rumah di Stasi Santo Paulus Bukit Tinggi: Iman yang Dihidupi dalam Kebersamaan

Josep Sianturi
Last updated: March 31, 2026 5:43 am
By Josep Sianturi 5 months ago
Share
5 Min Read
SHARE

Percikan Rumah: Gereja Hadir Menyapa Umat

Dalam kehidupan Gereja Katolik, iman tidak hanya dirayakan di dalam gedung gereja. Iman juga tumbuh dan hidup dalam rumah tangga, dalam keseharian keluarga, serta dalam berbagai pengalaman hidup—baik suka maupun duka. Salah satu tradisi yang mencerminkan kedekatan Gereja dengan umat adalah percikan rumah atau pemberkatan rumah, yang biasanya dilaksanakan selama masa Pra-Paskah.

Percikan rumah merupakan bagian dari sakramentali Gereja. Melalui tindakan ini, Gereja memohon agar Tuhan memberkati rumah beserta seluruh penghuninya, sehingga rumah menjadi tempat yang dipenuhi damai, kasih, dan kehadiran Allah. Katekismus Gereja Katolik menjelaskan bahwa sakramentali adalah tanda-tanda suci yang ditetapkan oleh Gereja untuk mempersiapkan umat menerima rahmat serta menguduskan berbagai situasi kehidupan manusia (KGK 1667). Oleh karena itu, pemberkatan rumah bukan sekadar tradisi atau kebiasaan, melainkan doa Gereja agar kehidupan keluarga semakin dipenuhi oleh rahmat Allah.

Rumah sebagai Gereja Kecil

Dalam kehidupan Gereja Katolik, keluarga memiliki peran yang sangat penting. Di dalam keluargalah iman pertama kali dikenalkan, doa diajarkan, dan nilai-nilai Kristiani ditanamkan. Konsili Vatikan II, melalui dokumen Lumen Gentium, menyebut keluarga sebagai “Gereja rumah tangga” (ecclesia domestica), yaitu tempat di mana orang tua menjadi pewarta iman pertama bagi anak-anak mereka (LG 11).

Karena itu, rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga tempat di mana iman dihidupi setiap hari. Melalui percikan air suci, Gereja memohon agar setiap rumah menjadi tempat yang penuh berkat, tempat di mana kasih, pengampunan, dan kebersamaan terus dipelihara dalam kehidupan keluarga.

Tanda Pertobatan di Masa Pra-Paskah

Makna percikan rumah menjadi semakin mendalam ketika dilaksanakan dalam masa Pra-Paskah. Masa ini merupakan waktu pertobatan dan pembaruan hidup bagi umat Kristiani dalam mempersiapkan diri menyambut kebangkitan Kristus. Air suci yang dipercikkan menjadi tanda yang mengingatkan umat akan rahmat Baptisan, yaitu panggilan untuk meninggalkan dosa dan hidup dalam kehidupan baru bersama Kristus.

Dengan demikian, percikan rumah tidak hanya menjadi simbol penyucian, tetapi juga ajakan bagi setiap keluarga untuk memperbarui kehidupan iman mereka. Rumah dipanggil menjadi tempat pertobatan, doa, dan pertumbuhan rohani.

Gereja yang Datang Menyapa Umat

Pada Kamis, 10 Maret 2026, umat Stasi Santo Paulus Bukit Tinggi, Paroki Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, melaksanakan kegiatan percikan rumah yang dipimpin oleh RP. Yulius Sudharnoto, O.Carm. Dalam kegiatan ini, seluruh rumah umat dikunjungi dan diperciki dengan air suci. Setiap keluarga didoakan agar Tuhan senantiasa memberkati kehidupan mereka dan menjaga mereka dalam kasih-Nya.

Kehadiran pastor di tengah umat menjadi tanda nyata perhatian Gereja terhadap kehidupan umat. Gembala tidak hanya melayani dari altar gereja, tetapi juga hadir langsung di tengah umat, melihat situasi kehidupan mereka, mendengarkan pengalaman hidup mereka, serta mendoakan mereka secara langsung.

Sentuhan pastoral seperti ini sering kali menjadi penguatan iman bagi umat. Bagi banyak keluarga, kunjungan pastor ke rumah menjadi pengalaman rohani yang mendalam. Mereka merasakan bahwa Gereja sungguh hadir dan peduli terhadap kehidupan mereka.

Semangat Iman Umat

Suasana kebersamaan terasa begitu kuat dalam kegiatan ini. Umat dari berbagai kalangan usia—baik kaum muda maupun orang tua—ikut ambil bagian dengan penuh semangat. Mereka berjalan bersama dari satu rumah ke rumah lainnya sambil berdoa.

Meskipun panas terik matahari menyengat, semangat umat tidak surut. Kebersamaan dalam doa dan iman justru menjadi sumber kekuatan yang mempersatukan mereka. Peristiwa ini menunjukkan bahwa iman umat tidak hanya hidup di dalam gereja, tetapi juga tumbuh dalam kebersamaan, doa sederhana, dan langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama sebagai satu komunitas.

Menghidupkan Iman dalam Rumah Tangga

Percikan rumah menjadi pengingat bahwa kehidupan iman tidak berhenti pada perayaan liturgi di gereja. Iman harus terus dihidupi dalam rumah tangga—dalam relasi suami-istri, dalam pendidikan anak-anak, dan dalam kehidupan sehari-hari keluarga.

Ketika rumah dipenuhi dengan doa, kasih, dan pengampunan, rumah itu menjadi tempat kehadiran Tuhan. Melalui tradisi ini, Gereja mengajak umat untuk menyadari bahwa setiap keluarga dipanggil menjadi tanda kasih Allah di dunia.

Dari keluarga-keluarga yang hidup dalam iman, Gereja yang lebih besar pun akan terus bertumbuh. Menjelang Paskah, percikan rumah menjadi pengingat bahwa Kristus ingin hadir bukan hanya di dalam gereja, tetapi juga di dalam setiap rumah dan setiap hati umat-Nya

You Might Also Like

Menghidupkan Semangat Santo Yosafat: Dari Martir Abad ke-17 hingga Pelayanan Akar Rumput

Kepemimpinan Kristiani Pastor Theodorus G. Ruing, OCD dalam Pendampingan Orang Muda Katolik

Ketua KWI Bersukacita Sambut Kedatangan Paus

Memimpin dengan Melayani: Meneladani Santo Yosep dalam Kepemimpinan Gereja

Gembira Karena Ditemukan Tuhan

TAGGED:air sucigereja katolikiman keluargaiman yang dihidupi bersama.Katekismus Gereja Katolikkebersamaan umatkehidupan menggerejakehidupan rohani keluargakehidupan umatKeluarga sebagai Gereja Rumah Tanggakomunitas basiskunjungan pastorLumen Gentiummasa Pra-PaskahParoki Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel Tigalinggapelayanan gerejapelayanan pastoralpembaruan imanpemberkatan rumahpenguatan iman umatPercikan rumahpertobatanrumah sebagai Gereja kecilsakramentali GerejaSpiritualitas KeluargaStasi Santo Paulus Bukit Tinggi
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Share
By Josep Sianturi
Mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Bonaventura Keuskupan Agung Medan
Previous Article Apa Artinya “Membuktikan” bahwa Allah Itu Ada? (Aquinas 101)
Next Article Lakukanlah ini sebagai Kenangan akan Aku
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Jesuit Alumni Urged to Move from Environmental Awareness to Concrete Action
  • Identity Must Become a Compass for Action, UASIALAC President Tells WUJA XI Congress
  • WUJA XI Calls on Jesuit Alumni Worldwide to Rediscover Their Shared Identity as the Foundation for Global Action
  • Relikwi Santo Petrus Tiba di Flores Timur, Menjadi Tanda Persekutuan dengan Gereja Universal
  • From Gathering to Sending: WUJA XI Ends, Leaving Jesuit Alumni with a Global Mission for Humanity

Recent Comments

  1. inigoway on Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
  2. Bina on Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi (Aquinas 101)
  3. inigoway on Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
  4. Febry Silaban on Yesus Kristus, Satu Pribadi Dua Kodrat (Aquinas 101)
  5. eugenius laluur on Argumen Favorit Thomas Aquinas tentang Keberadaan Tuhan (Aquinas 101)
Inigo WayInigo Way
Follow US
© 2024 Inigo Way Network. Member of Yayasan Sesawi and Paguyuban Sesawi. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?